×

Iklan

SIBUK PERIKSA KESEHATAN DAN URUS SKCK
Caleg: Pelayanan RS Unand Sangat Menyenangkan

06 Mei 2023 | 08:04:28 WIB Last Updated 2023-05-06T08:04:28+00:00
    Share
iklan
Caleg: Pelayanan RS Unand Sangat Menyenangkan

Padang, Khazanah – Saat ini, para calon anggota dewan yang akan maju pada Pileg 2024, tengah sibuk melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di antara surat yang mereka siapkan adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) serta Surat Keterangan Sehat Jasmani, Rohani dan Bebas Narkotika.

Tak mengherankan jika belakangan ini Polresta Padang terlihat ramai setiap hari. Para calon wakil rakyat itu berbaur dengan para anak muda yang juga tengah mengurus SKCK untuk kebutuhan melamar pekerjaan. SKCK diperlukan para caleg sebagai syarat untuk mengurus Surat Keterangan Tidak Pernah Dihukum dari Pengadilan Negeri Padang.

“Saya sudah mengurus sejak Selasa (02/05/2023), namun belum selesai juga. Hari ini saya akan tanyakan lagi ke Polres,” kata salah seorang caleg untuk DPRD Kota Padang dari Partai Nasdem, Yennida.

    Sembari menunggu SKCK selesai, dia bersama caleg lainnya pergi ke Rumah Sakit Unand untuk mengurus surat keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba. Sungguh, pelayanan di RS Unand membuat hati nyaman. Mereka yang awalnya was-was tentang riwayat kesehatannya, melupakan hal tersebut karena keramahan para petugas dalam melayani. Para caleg dipandu petugas RS Unand menuju setiap ruangan pemeriksaan kesehatan.

    “Luar biasa, petugasnya ramah dan kita sangat terbantu karena mereka memandu kita menuju ruang pemeriksaan. Kita benar-benar tidak tahu seluk beluk ruangan pemeriksaan di sini,” kata caleg DPRD Kabupaten Solok dari Partai Golkar, Aznem Felly yang datang bersama rekannya Nurhasni, Vivi, Riri dan Jamasri yang semuanya merupakan caleg Partai Golkar untuk DPRD Padang.

    Ada 13 item pemeriksaan kesehatan untuk para caleg dengan ruangan yang berbeda, di antaranya pemeriksaan darah, pemeriksaan air seni, pemeriksaan jantung, pemeriksaan THT, pemeriksaan mata, pemeriksaan penyakit dalam, psikotest dan pemeriksaan psikiatri. Untuk psikotest, para caleg disuguhkan 567 soal tentang kesehariannya yang dijawab dalam waktu 1 jam. Ada juga materi lainnya, seperti mencocokkan gambar dan membuat gambar.

    Hasil psikotest tesebut kemudian dikonfirmasi lagi dengan para caleg oleh psikiater pada pemeriksaan psikiatri. Usai keluar dari ruang pemeriksaan, mereka saling berbagi pengalaman. Entah kebetulan atau karena faktor berburu dengan waktu pengurusan berkas, para caleg umumnya dinyatakan agak emosional, lelah dan tidak semangat.

    “Kok sama ya hasilnya.. Mungkin karena kita mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan ini sejak sepekan ini, berkejar-kejaran dengan waktu yang membuat kita lelah dan gampang memantik emosi,” kata Felly. (devi)