×

Iklan


Bupati Epyardi Asda: Dihujat, Difitnah, Tetap Berkhidmat untuk Solok

05 Agustus 2021 | 15:38:40 WIB Last Updated 2021-08-05T15:38:40+00:00
    Share
iklan
Bupati Epyardi Asda: Dihujat, Difitnah, Tetap Berkhidmat untuk Solok
Bupati Solok, Epyardi Asda. IST

Arosuka, Khazminang.id-- Kendati dirinya selalu saja dihujat, difitnah, dikatakan sombong, angkuh dan lain sebagainya, namun semua itu tidak mematahkan semangat dirinya untuk tetap berbuat yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Solok.

“Karena ini sudah menjadi komitmen diri pribadi saya, bahwa di sisa hidup ini bisa menjadi insan yang berguna bagi masyarakat banyak, khususnya di kampung halaman saya di Kabupeten Solok,” ujar Bupati Solok, Epyardi Asda ketika berbicara pada pengukuhan Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Aia Dingin Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok periode 2021 - 2027, di Kantor Wali Nagari Aia Dingin, Rabu (4/8).

Pria yang lama menggeluti dunia pelayaran itu mengatakan, bahwa dirinya sangat mengerti keadaan masyarakat Kabupaten Solok ini. Sebagai orang yang dipercaya oleh masyarakat, dalam memimpin Kabupaten Solok, dirinya akan berjuang memberikan pengabdian yang terbaik disisa umurnya. 

    "Yakni, mambangkik batang tarandam, menjadikan Kabupaten Solok yang terbaik di Sumatera Barat. Jangan lihat gaya saya, itu hanya luarnya saja. Sesungguhnya saya tidak mau berlaku kasar, arogan. Namun demi kebaikan bersama, itulah jalannya yang bisa saya tempuh agar kita mulai bisa berubah dan mengubah cara kerja menuju kesuksesan Kabupaten Solok yang kita cintai bersama ini," tutur Epyardi Asda.

    Pada kesempatan lain dengan Khazminang.id, Epyardi juga mengatakan bahwa dirinya hendak berkhidmat membawa semua link yang dipunya selama ini sebagai legislator di Senayan. “Insya Allah saya akan menfaatkan hubungan baik saya dengan kawan-kawan di berbagai kementerian dan lembaga serta para politisi dan pengusaha untuk kemajuan Kabupaten Solok. Bisa membawa dampak positif bagi daerah ini,” ujar dia.

    Ia mengakui, bahwa saat ini Kabupaten Solok masih tertinggal dari segala hal. Untuk itu, sebagai putra asli Kabupaten Solok dirinya merasa terpangil untuk memperbaiki itu semua. Itulah salah satu alasan kenapa dirinya memutuskan untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Solok tahun silam.

    Menyinggung soal riuh rendah pascapilkada, Epyardi menyadari tentu saja ada yang puas dan ada yang tidak puas. Namun dirinya menyatakan bahwa, dalam filosifi Minangkabau ada yang dikatakan Biduak lalu kiambang batauik.

    “Pilkada sudah selesai, saya tidak melihat lagi yang mendung atau yang mendukung saya. Semuanya saya anggap adalah rakyat Kabupaten Solok yang wajib saya lindungi sebagai Bupati. Jadi, karena Pilkada sudah selesai, mari kita berbimbingan tangan menuju masa depan yang lebih baik. Kita semua mesti memandang jauh ke depan, masa lalu untuk kita ambil hikmahnya serta pelajaran, bukan untuk terus memerangkap kita,” kata dia.

    Pada kesempatan bertemu dengan para Pemimpin Redaksi di kantornya beberapa waktu lalu, Epyardi mengakui bahwa ia tepaksa berlaku agak keras baik kepada staf maupun semua perangkat daerah.

    “Semua untuk perbaikan, jangan lihat kerasnya, tetapi lihatlah tujuannya. Ada sejumlah pejabat yang saya panggil dan ketika saya tanya tentang hal ihwal yang menyangkut bidang tugasnya, tidak bisa menjelaskan apa-apa. Ini kan tidak bagus. Jadi saya ingin sekarang menempat orang berdasarkan kapasitasnya. The right man on the right place, mesti menjadi patokan utama dalam penempatan seorang pejabat di Kabupaten Solok. Bahkan saya tantangtang para pejabat dari daerah lain, tidak harus putra Solok sendiri. Asal ia bisa berbuat lebih baik untuk meajuan Kabupaten Solok kenapa tidak?” ujar dia panjang lebar. (Riswan Jaya/Eko)