×

Iklan


Bukittinggi, Kotaku yang Makin Hebat

12 Desember 2021 | 17:08:24 WIB Last Updated 2021-12-12T17:08:24+00:00
    Share
iklan
Bukittinggi, Kotaku yang Makin Hebat
Jam Gadang, sebagai ikon Bukittinggi semakin Hebat

Oleh : Nuswirsyah (Iwin SB)

  


    Bukittinggi, Khazminang.id Kota Bukittinggi dengan sebutan Kota sejarah, wisata, pendidikan, kesehatan, jasa perdagangan dan Kota Pusaka (heritage). Kota ini mempunyai banyak peninggalan sejarah, alam yang indah dengan udara sejuk, adat budaya dan kuliner khas yang tak dapat dirasakan di daerah lain.

            Dalam catatan sejarah Kota Bukittinggi pernah menjadi ibukota Republik Indonesia Kedaulatan RI, ibukota Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Tengah. Kota Bukittinggi juga sebagai tempat kelahiran Mohammad Hatta seorang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia pertama.

    Kota Bukittinggi pada masa mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia berperan sebagai “Kota Perjuangan” dan ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara Indonesia setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dibentuk pada 19 Desember 1948 di Bukittinggi Sumatera Barat oleh Syafruddin Prawiranegara. Peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai “Hari Bela Negara.”

    Semenjak tahun 1958 secara de facto ibukota Propinsi Sumatera Barat telah pindah ke Padang, namun pada tahun 1978 secara de jure barulah Bukittinggi tidak lagi menjadi ibukota Provinsi Sumatera Barat dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No.29 tahun 1979 yang memindahkan ibukota Provinsi Sumatera Barat ke Padang.

    Pilihan tanggal peringatan Hari Jadi Kota biasanya ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah Bukittinggi melalui sebuah seminar, hasil seminar tersebut mendapat persetujuan DPRD Kota Bukittinggi dengan Surat Keputusan No.10/SK-II/DPRD/1988 tanggal 15 Desember 1988, akhirnya Pemerintah Daerah dengan Surat Keputusan Wali Kota Kepala Daerah Kota Bukittinggi No.188.45-177-1988 tanggal 17 Desember 1988 menetapkan “Hari Jadi Kota Bukittinggi tanggal 22 Desember.”

    Sekarang ini Bukittinggi berstatus sebagai Kotamadya Daerah Tingkat II sesuai dengan Undang-Undang No.5 tahun 1974 tentang Pokok Pemerintah di Daerah yang telah disempurnakan dengan Undang-Undang No.22 tahun 1999 menjadi Kota Bukittinggi.

    Wali Kota Bukittinggi, H.Erman Safar,SH dan Wakil Wali Kota Bukittinggi, H.Marfendi,SH masa periode tahun 2021-2024, menjadikan Kota Bukittinggi HEBAT (Humanis, Entrepreneur, Bijak, Agamais/Adil, Tauladan), mencanangkan Visi “Menciptakan Bukittinggi Hebat, Berlandaskan Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah.”

    Dan Misi nya, HEBAT, dalam sektor ekonomi kerakyatan, HEBAT, dalam sektor pendidikan, HEBAT, dalam sektor kesehatan dan lingkungan, HEBAT, dalam sektor kepariwisataan, seni budaya dan olahraga, HEBAT, dalam tata kelola Pemerintahan, HEBAT, dalam sektor sosial kemasyarakatan, dan HEBAT, dalam sektor bidang pertanian.

    Dalam kepemimpinannya H.Erman Safar,SH dan H.Marfendi,SH dengan misi Hebat nya terlihat jelas banyak sekali perubahannya diantaranya meningkatkan kesejahteraan perekonomian warga masyarakat Kota Bukittinggi.

    Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar,SH bersama Wakil Wali Kota Bukittinggi, H.Marfendi,SH dalam 100 hari kerja sejak dilantik 26 Februari 2021. Pencapaian kepada publik dan masyarakat Kota Bukittinggi sesuai dengan asas Pemerintahan yang baik (good governance), keberhasilan seluruh program kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan semua pemangku kepentingan dan masyarakat Kota Bukittinggi.

    Seluruh capaian program 100 hari kerja tersebut dapat dimaknai sebagai upaya awal membangun landasan yang kuat untuk mengembangkan dan membangun Kota Bukittinggi yang lebih baik, rangkuman 100 hari kerja Wako dan Wawako Bukittinggi tersebut dibagi dalam beberapa sektor, seperti sektor ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, sosial kemasyarakatan, kinerja tata kelola Pemerintahan dan pertanian.

    Dalam kurun waktu sebelas bulan kepemimpinannya H.Erman Safar,SH dan H.Marfendi,SH yang mulai menjabat tanggal 26 Februari 2021 telah banyak meraih prestasi, diantaranya Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedelapan kalinya atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bukittinggi Tahun Anggaran 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat.

    Wali Kota Bukittinggi, H.Erman Safar, SH, menjadi satu satunya kepala daerah di Provinsi Sumatera Barat yang menerima penghargaan pada Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2021, dan prestasi yang sangat membanggakan Kota Bukittinggi, meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Utama tahun 2020 dan Kota Layak Anak Kategori Madya 2021.

    Pada festival iklim yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Bukittinggi menerima Piagam Apresiasi Pembinaan ProKlim Tingkat Kota/Kabupaten, Trophy ProKlim Utama kepada RW 05 Kelurahan Campago Guguk Bulek, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Sertifikat ProKlim Utama kepada RW 01 Kelurahan Kubu Tanjung, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh.

    Menutup tahun 2021 pada hari Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021 di Balai Sidang Bung Hatta Kota Bukittinggi tanggal 6 Desember 2021, Komisi Informasi Sumatera Barat (KISB) memberikan Anugerah Tokoh Keterbukaan Informasi Publik atau Achievement Motivation Person kepada 12 orang pejabat dari berbagai lapisan dan profesi, salah satu diantaranya Wali Kota Bukittinggi, H.Erman Safar,SH.

    Pemberian Anugerah tersebut atas penilaian selama ini terhadap komitmen, support dan motivasi untuk lebih masifnya keterbukaan informasi publik. Penilaian itu tentang komitmen dan motivasi serta support terhadap keterbukaan informasi publik.

    Mengenai perekonomian masyarakat pada jasa perdagangan, setelah melalui proses yang panjang, maka telah selesai draf pembentukan dua Peraturan Wali Kota (Perwako) sebagai dasar pencabutan Perwako Nomor 40 Tahun 2018 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Pasar Grosir atau Pertokoan dan Perwako Nomor 41 Tahun 2018 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Pelayanan Pasar.

    Dasar pertimbangan pencabutan dua Perwako tersebut adalah untuk meringankan beban para pedagang, pencabutan Perwako itu dapat memberikan dampak yang positif terhadap ekonomi para pelaku usaha kecil-menengah di Kota Bukittinggi.

    Di bidang agama, Kota Bukittinggi berdayakan Masjid dan keluarga, Masjid dan Mushola sesungguhnya bukan hanya tempat sarana umat Islam bersilaturahmi melakukan kegiatan beribadah dan belajar keagamaan saja, namun juga tempat berinteraksi sosial keagamaan dan juga sosial kemasyarakatan. Meski demikian tentu dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan tentang bagaimana mengelolanya.

    Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Wakil Wali Kota Bukittinggi, H.Marfendi,SH mencanangkan “Perkampungan Sakinah” yang terletak di Kelurahan Kubu Gulai Bancah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan MKS menjadi proyek percontohan Pusat Layanan Keluarga (Pusaka) Sakinah dari Kementerian Agama Kota Bukittinggi dan menjadi salah satu dari 100 KUA di Indonesia yang terpilih menjadi piloting proyek Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Dalam dunia pendidikan, konsep keterampilan (soft skill) sangat memegang peranan penting dalam pengembangan kemampuan intra dan interpersonal anak didik, karena pada dasarnya soft skill ini merupakan konsep pengembangan diri, yaitu kecerdasan emosional (emotional intelligence). Dimana, soft skill ini lebih menitik beratkan untuk pengembangan kemampuan anak didik di luar kemampuan teknis dan akademis.

    Kegiatan sekolah keluarga, ini masuk dalam Hebat sektor sosial kemasyarakatan di bidang kesejahteraan masyarakat. Sekolah keluarga merupakan program yang sangat efektif untuk menciptakan ketahanan keluarga. Kebiasaan warga dalam keluarga dapat berubah ke arah yang lebih baik semakin romantis, semakin harmonis dan ketahanan serta kualitas keluarga itu dapat tercipta.

    Kota Bukittinggi memiliki kekayaan pariwisata yang menjadi jantung perputaran ekonomi masyarakat Kota Bukittinggi, secara nyata dapat dilihat Covid-19 melemahkan dua sektor tersebut. Pembatasan aktivitas masyarakat merupakan salah satu alasan melemahnya perekonomian masyarakat, hal ini tentu melahirkan kedilemaan untuk Pemerintahan Kota Bukittinggi dan suatu problematika yang sangat besar bagi masyarakat khususnya para pelaku usaha.

    Generator penggerak Kota Bukittinggi adalah pariwisata, pada saat Covid-19 ini hancur lebur. Untuk tahun ini saatnya berbenah, ada beberapa strategi yang diterapkan untuk membangkitkan ekonomi Kota yang bersumber dari kepariwisataan, seperti penguatan konsep kuliner dan UKM.

    Kota Bukittinggi dengan kesejarahan yang dimilikinya merupakan rangkaian pusaka menjadi daya tarik yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Dengan banyaknya benda cagar budaya di Kota Bukittinggi, memang patut dijadikan sebagai “Kota Pusaka,” bahkan dunia juga menginginkan Kota Bukittinggi sebagai Kota Pusaka (heritage).

    Mesti masa pandemi belum tahu kapan berakhir, Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, optimis pariwisata Kota Bukittinggi akan kembali bangkit hingga memberikan peningkatan dan geliat perekonomian bagi masyarakat. Kota Bukittinggi telah menjadi primadona sebagai daerah kunjungan pejabat dan pengusaha hebat, baik nasional maupun internasional.

    Dikatakannya kepada Wakil Gubernur, agar Jam Gadang dilengkapi dengan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), agar para pelancong yang tidak bisa naik ke atas Jam Gadang bisa juga menikmati sensasinya berada di puncak Jam Gadang melalui teknologi AR. Ini merupakan bentuk wujud menuju Bukittinggi Hebat dan tantangan Bukittinggi ke depan.

    Meski pandemi Covid-19, Kota Bukittinggi tetap terbaik. Karena Kota Bukittinggi satu-satunya daerah yang menerima penghargaan dari Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai “Kota dengan Ketahanan Pangan Terbaik Periode 2018-2020”, penghargaan ini diberikan atas prestasi Kota Bukittinggi dalam meningkatkan situasi ketahanan pangan-nya selama kurun waktu 2018-2020. Penilaian dilakukan Badan Ketahanan Pangan terhadap 98 Kota di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Mengenai bantuan sosial dari Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada warga masyarakat di daerah yang terdampak akibat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mulai didistribusikan untuk Kota Bukittinggi sebanyak 3240 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 24 Kelurahan terdata sebagai penerima bantuan. Kota Bukittinggi merupakan Kota yang paling awal di Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan beras sebanyak 32.400 ton kg beras kepada warga masyarakat penerima bantuan.

    Selain bantuan beras, Pemerintah Kota Bukittinggi mendistribusikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial. Total penerima BST di Kota Bukittinggi sebanyak 2085 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan jumlah bantuan sebesar Rp300.000.- per tahap per KPM, adapun rincian Kecamatan ABTB terdapat 387 KPM, Kecamatan Guguk Panjang terdapat 920 KPM dan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan terdapat 778 KPM.

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bukittinggi bersama Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi menyerahkan bantuan beras kepada 900 Kepala Keluarga (KK) yang tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dengan rincian sebanyak 350 KK di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, 350 KK di Kecamatan Guguk Panjang dan 200 KK di Kecamatan Aur Birugo Tiga Belas, bantuan beras itu sebanyak 10 kg untuk per Kepala Keluarga.

    Kota Bukittinggi semakin Hebat, dalam Pemerintahan Kota Bukittinggi, Wali Kota Bukittinggi H.Erman Safar,SH bulan Oktober 2021 melantik Drs.Martias Wanto,M.M. sebagai Sekertaris Daerah Kota Bukittinggi. Drs.Martias Wanto,M.M. sudah mempunyai pengalaman selama menjabat Sekertaris Daerah Kabupaten Agam dan bisa mengkoordinir seluruh staf, dan berkolaborasi dengan semua SKPD yang ada.

    Drs.Martias Wanto,M.M. melakukan konsolidasi ke dalam, untuk merapatkan barisan. Dimana, memang saat ini memasuki pembahasan R-KUA PPAS APBD tahun 2022. Ini akan kita fokuskan. Dan tentunya, secara umum bersama SKPD di Kota Bukittinggi merealisasikan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang telah disampaikan kepada masyarakat Kota Bukittinggi.”

    Kota Bukittinggi tidak kurang pula perannya, baik dalam ukuran regional, Nasional maupun Internasional. Dikota ini sering diadakan rapat-rapat kerja Pemerintah, Pertemuan-pertemuan ilmiah, kongres-kongres oleh organisasi kemasyarakatan dan lain sebagainya. (penulis adalah jurnalis surat kabar harian Khazanah/portal khazminang.id)