×

Iklan


Bukittinggi Diguyur Hujan, Masyarakat dan Wisatawan Diminta Jauhi Pohon dan Ngarai

14 Desember 2021 | 22:44:43 WIB Last Updated 2021-12-14T22:44:43+00:00
    Share
iklan
Bukittinggi Diguyur Hujan, Masyarakat dan Wisatawan Diminta Jauhi Pohon dan Ngarai
(foto: Ist/net)

Bukittinggi, Khazminang.id--  Intensitas hujan tinggi akibat perubahan cuaca mengakibatkan Kota Bukittinggi diguyur hujan lebat, Selasa (14/12).

 

    Untuk mengantisipasi terjadinya musibah yang disebabkan hujan deras, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Bukittinggi, Ibentaro Samudera mengingatkan, masyarakat dan wisatawan tidak berteduh di lokasi rawan.

     

    "Dikarenakan kondisi cuaca sekarang dalam iklim lanina, dimana curah hujan yang cukup tinggi dan disertai angin, bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi, agar tidak berteduh di bawah pohon," tuturnya, Selasa (14/12).

     

    Ibentaro menuturkan, berteduh di bawah pohon dapat membahayakan masyarakat, saat hujan deras disertai angin dapat mengakibatkan pohon tersebut tumbang.

     

    Selain itu, ia mengingatkan untuk masyarakat menjauhi bibir ngarai, dikhawatirkan, lokasi tersebut sewaktu-waktu dapat terjadi longsor.

     

    "Untuk mencegah adanya korban, masyarakat diharap warpada terhadap lokasi-lokasi rawan tersebut," ujar dia, sebagaimana dilansir haluan.com.

     

    Dinding Ngarai Sianok yang terletak di Guguak Tabek Sarojo, Belakang Balok Kota Bukittinggi longsor pada Sabtu (11/12) sekitar pukul 15:00 WIB.


    Longsoran
    di Ngarai Sianok tersebut membawa material tanah yang kemudian jatuh menutup aliran sungai yang mengalir di dasar Ngarai.


    Penyuluh Bencana Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bukittinggi, Reynaldo
    , membenarkan peristiwa itu.


    "Benar, ada longsor di kawasan belakang balok, namun ini bukan kejadian pertama kalinya, setiap waktu longsor ini terjadi di Ngarai Sianok," katanya.


    Kejadian longsor di kawasan Ngarai Sianok ini, sebut dia bisa memicu air bah akibat material yang menimbun aliran sungai.

     

    "Kejadian longsor ini, dikhawatirkan akan menyumbat aliran air sungai yang akan berdampak pada air bah," imbuhnya.


    Lebih lanjut, Reynaldo menjelaskan, longsoran itulah yang menyebabkan titik aliran sungai di Ngarai Sianok setiap waktu berubah-ubah bentuk.


    Selain itu, peningkatan jumlah air tanah serta hujan yang terus mendera di Kota Bukittinggi menjadi penyebab utama terjadinya longsor di Ngarai Sianok.


    "Longsor ini disebabkan oleh peningkatan jumlah air tanah dan hujan di kawasan tersebut. Ditambah lagi Ngarai Sianok terkonsentrasi kepada batu lempung yang sifatnya menampung air," katanya


    Ditambah lagi, adanya aktifitas lain dari masyarakat yang tidak memperhatikan konservasi alam seperti membuang sampah sembarangan, aktifitas penambangan pasir illegal di kawasan Ngarai Sianok.


    "Masyarakat sering buang sampah sembarangan di tepian ngarai, dan ada juga yang menambang pasir secara illegal," imbuhnya.


    Reynaldo berharap, masyarakat sekitar Ngarai Sianok untuk menghentikan membuang sampah sembarangan khususnya di areal jurang Ngarai Sianok.


    "Masyarakat sekitar yang banyak buang sampah sembarangn sebaiknya dihentikan, karena akan berdampak pada terkikisnya lapisan tanah di Ngarai Sianok," tegasnya
    (*/Iwin SB).