×

Iklan


Buaya Masuki Pemukiman Warga di Tiku, Kata BKSDA Itu Habitatnya

05 Mei 2021 | 00:13:01 WIB Last Updated 2021-05-05T00:13:01+00:00
    Share
iklan
Buaya Masuki Pemukiman Warga di Tiku, Kata BKSDA Itu Habitatnya
Dua ekor buaya dilaporkan muncul ke daratan di kawasan Tiku, Kabupaten Agam beberapa waktu lalu. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengklaim hewan tersebut berada di area konservasi (foto: Ist/net).

Tiku, Khazminang.id-- Dua ekor buaya dilaporkan muncul ke daratan di kawasan Tiku, Kabupaten Agam beberapa waktu lalu. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengklaim hewan tersebut berada di area konservasi.

 

    Kasi Pemerintahan Kecamatan Tanjung Mutiara Weri Ikhwan membenarkan hal ini. Ia mengatakan, buaya itu terlihat oleh warga di pinggiran sungai dan dalam bulan ini sudah terlihat dua kali.

     

    “Kemarin pagi ada warga yang melaporkan melihat buaya yang berukuran cukup besar, sebelumnya juga ada laporan yang sama, di lokasi setempat,” ujarnya, Selasa (4/5).

     

    Dijelaskan Weri Ikhwan, Kemunculan reptil buas tersebut tidak jauh dari jalan raya dan pemukiman warga. Hal itu cukup membuat takut masyarakat yang tinggal dekat lokasi buaya.

     

    “Kita sudah menghimbau warga untuk berhati-hati, jika melihat ada buaya segera melapor ke pemerintah nagari atau kecamatan serta jangan mengganggu buaya,” katanya.

     

    Terkait penemuan hewan tersebut Pemerintah Kecamatan Tanjung Mutiara sudah melaporkannya kepada BKSDA Resor Agam guna penanganan lebih lanjut.

     

    BKSDA Resor Agam menyatakan buaya muara crocodylus porosus) yang berjemur di daratan menyerupai kebun pisang dekat pemukiman warga, Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara merupakan habitat dari satwa itu.


    "Ini hasil identifikasi petugas Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam di lokasi kemunculan buaya, Selasa (4/5). Lokasi merupakan habitatnya dan merupakan daerah konservasi High Conservation Values (HCV) PT. Mutiara Agam," kata Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Selasa (4/5).


    Sebelumnya dalam  beberapa hari terakhir media sosial di Agam dihebohkan dengan video penampakan buaya.


    Dalam video berdurasi 25 detik itu, terlihat seekor buaya berukuran cukup besar sedang menganga di daratan pinggiran sungai menyerupai kebun pisang.


    "Satwa buas itu terlihat berjemur, dan tidak menunjukan sifat agresif," katanya.
    Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan Pemerintahan Nagari Tiku Limo Jorong kepada Resor KSDA Agam.


    Petugas KSDA yang mendatangi lokasi kemunculan satwa buaya itu langsung melaksanakan wawancara dengan saksi mata dan melakukan identifikasi lapangan.


    Hasil identifikasi KSDA Agam, tambahnya lokasi kemunculan buaya merupakan habitatnya dan merupakan daerah konservasi HCV PT. Mutiara Agam.


    Sedangkan pemukiman tersebut adalah mes pekerja PT Mutiara Agam yang berada berdampingan dengan lokasi HCV.


    Menurut Zairal pekerja yang mendiami mes tersebut, di lokasi HCV terdapat dua ekor satwa buaya yang berukuran sekitar dua meter.


    Selanjutnya KSDA berkoordinasi dengan pihak manajemen PT. Mutiara Agam. BKSDA menyampaikan agar manajemen PT. Mutiara Agam melakukan pemantauan dan monitoring terhadap satwa yang berada di lokasi HCVnya.


    Selain itu agar manejemen perusahaan memberikan edukasi dan penegasan kepada para pekerja yang mendiami mes untuk tidak membuang sampah sisa rumah tangga ke dalam sungai lokasi HCV, karena hal ini dapat memancing satwa buaya untuk terus datang dan muncul dekat pemukiman pekerja.



    High conservation values (HCV) adalah areal di dalam konsesi perkebunan kelapa sawit yang memiliki nilai konservasi tinggi, sehingga perlu dipertahankan dan dikelola untuk menjaga keberlanjutan fungsi ragam hayati, fungsi tata air dan kesuburan tanah, dan fungsi sosial budaya (Sutan Pamenan).