×

Iklan


Bos FED: Dampak Corona Bisa 3x Lebih Buruk

09 Apr 2021 | 13:49:33 WIB Last Updated 2021-04-09T13:49:33+00:00
    Share
iklan
Bos FED: Dampak Corona Bisa 3x Lebih Buruk
Jerome Powell, Gubernur Bank Sentral AS

Washington, Khazminang.id -- Virus tidak menghormati perbatasan, kata Jerome Powell, Gubernur Bank Sentral AS atau yang dikenal dengan nama Federal Reserve (the FED). Ia mengatakan itu dalam sesi diskusi pertemuan IMF-Bank Dunia pada hari Kamis.

Ia tidak yakin eknomi akan menjadi baik kalau vaksinasi sebagai salah satu penangkal virus corona tidak merata di seluruh dunia. Ia juga tidak yakin Amerika Serikat bisa lolos dari kemerosotan ekonomi saat ini.

Mengutip laman Aljazeera, Powell mengatakan bahwa sampai dunia sepenuhnya divaksinasi, barulah ekonomi global dan Amerika Serikat dapat melanjutkan aktivitas dengan percaya diri.

    “Pemulihan memang ada, tapi tidak merata dan tidak lengkap. Beban masih ditanggung oleh pekerja berpenghasilan rendah dan tingkat pengangguran di kuartil terbawah masih 20 persen,” tambahnya, mengacu pada statistik pengangguran di AS.

    Kedua badan keuangan dunia itu (World Bank dan IMF) menggelar pertemuan untuk mendiskusikan hal ihwal yang terkait pemulihan ekonomi dalam era pandemi Covid-19  pada pekan ini.

    Apa yang menjadi kesimpulan pertemuan para ahli keuangan dan ekonomi global itu? Menurut laporan Aljazeera, dampak pandemi Covid-19 ini jauh lebih dahsyat dari yang diperkirakan. Bahkan menurut kesimpulan para pemimpin IMF, dampaknya bisa tiga kali lebih hebat dari yang diperkirakan semula.

    Powell sempat memuji kampanye perihal vaksinasi di AS setelah Presiden Biden berkuasa. Tetapi ia tetap pesimis karena upaya pemulihan itu masih timpang dan tidak merata.

    Ia memperingatkan di AS, ada 8 juta orang yang jadi penganggur baru akibat pandemi Covid ini. Mereka adalah rata-rata dari industri jasa yang selama masa pandemi terpaksa berhenti beroperasi. “Mereka antara lain yang bergaji kecil, para pekerja hotel dan restoran, dan sebagian besar dari mereka adalah minoritas serta kaum perempuan dengan cadangan keuangan yang sangat-sangat terbatas,” ujar Powell. (eko/aljazeera)