×

Iklan


Bocoran dari Ngabalin: Kabinet akan Direshufle Lagi Pekan ini

13 Apr 2021 | 19:21:16 WIB Last Updated 2021-04-13T19:21:16+00:00
    Share
iklan
Bocoran dari Ngabalin: Kabinet akan Direshufle Lagi Pekan ini
Ali Mochtar Ngabalin (FOTO: Okezone)

Jakarta, Khazminang.id – Oppsss…. Belum lama dilakukan reshufle, eh kata Ali Mochtar Ngabalin, Presiden akan lakukan lagi reshufle kabinet. Hari ini di Kompas TV, Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan itu memberi bocoran bahwa rombak kabinet itu akan berlangsung dalam pekan-pekan ini juga.

“Tidak akan lama, karena sebelumnya Presiden kan sudah bersurat juga ke DPR soal penggabungan Kementerian Ristek ke Kemdikbud serta akan ada Kementerian Investasi,” kata Ali Mochtar Ngabalin.

Menurut Ngabalin,  kebiasaan presiden selama ini apabila sesuatu sudah diputuskan dalam rapat, maka pelaksanaan keputusan tersebut tidak lama. “Dari pengalaman selama ini, presiden tidak punya ketergantungan kepada  siapapun untuk mengambil sebuah keputusan penting,” ujar lelaki yang selalu pakai surban itu.

    Sebelumnya, jurubicara Wapres, Masduki Baidlowi juga membenarkan akan adanya perombakan kabinet dalam waktu dekat.

    "Tentu Wapres sudah rembukan, diajak rembukan oleh presiden," kata  Masduki Baidlowi dalam konferensi pers secara daring, Senin (12/4/2021) kemarin.

    Seperti diketahui, pekan silam Presiden Jokowi bersurat ke DPR perihal rencana meregrouping Kementerian Ristek dengan Kemendikbud, lantaran tugas keduanya banyak bersamaan. Lalu juga akan dibentuk Kementerian Investasi.

    Tapi sejauh ini belum ada penjelasan apakah Kementerian Investasi akan menggantikan fungsi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau menjadi koordinator dari BKPM. Jika digabung, apakah posisi Kepala BKPM Bahlil Lahaladia akan digantikan atau dia yang jadi Menteri Investasi?

    Menurut Ali Mochtar Ngabalin, posisi Bahlil, aman. “Kinerja Kepala BKPM  cukup efektif setahun belakangan ini,” katanya.

    "Kinerja pak Bahlil  luar biasa dalam setahun ini,  memasukkan investasi yang ratusan triliun, dengan kinerja seperti ini saya kira dia dilantik kembali, meskipun kita tidak boleh mendahului Allah," ujar dia. (syaf al/kptv)