×

Iklan


BNPB Pasang EWS Terintegrasi di Gunung Marapi, Warga Diminta Merawatnya

11 Juni 2024 | 17:03:59 WIB Last Updated 2024-06-11T17:03:59+00:00
    Share
iklan
BNPB Pasang EWS Terintegrasi di Gunung Marapi, Warga Diminta Merawatnya

Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) terintegrasi di kawasan Gunung Marapi. Alat ini diharapkan dapat memberikan peringatan kepada masyarakat yang bermukim di lokasi rawan bencana tentang potensi terjadinya bencana.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati dan Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi langsung membawa ESW terintegrasi tersebut dan merencanakan pemasangannya di sekitar Marapi.

"Alhamdulillah. Kita berharap, dengan adanya ini dapat menekan dampak kerusakan sekaligus meminimalisir korban jika sewaktu-waktu kembali terjadi erupsi,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menerima kedatangan rombongan BNPB di Istana Gubernuran, Senin (10/6/2024).

    Pemprov Sumbar dan Pemkab/Pemko yang terkait yaitu Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Kota Padang Panjang mengucapkan terima kasih dan menyatakan dukungan penuh atas persiapan pemasangan EWS terintegrasi ini.

    "Kita ucapkan terima kasih atas perhatian pusat terhadap upaya mitigasi dan penanganan pascabencana di Sumbar," ujar gubernur yang didampingi Sekdaprov Sumbar Hansastri, Kepala BPBD Sumbar Rudy Rinaldy dan Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi.

    Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati mengatakan, pemasangan instrumen peringatan dini terintegrasi ini sangat penting untuk mengantisipasi potensi kerusakan yang mungkin saja masih akan terjadi di wilayah terdampak erupsi Marapi.

    Sistem peringatan dini atau EWS terintegrasi ini, akan mengintegrasikan informasi cuaca, informasi aktivitas gunung api, informasi getaran, dan sensor cuaca. Berbagai informasi tersebut, akan memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan untuk kesiapsiagaan maupun langkah mitigasi terhadap potensi dampak bencana.

    "Hal tersebut bertujuan agar warga paham dan melakukan aksi dini apabila mendengar bunyi sirine peringatan dini. Di samping itu, sosialisasi juga diperlukan agar masyarakat ikut merawat EWS Terintegrasi ini, sehingga keberlanjutan fungsi perangkatnya dapat terjaga," ujar Raditya.

    Kemudian terkait masalah pendanaan, lanjutnya, untuk pendanaan awal, mulai dari pemasangan alat hingga pemeliharaan dalam masa dua tahun ke depan, akan ditanggung oleh BNPB.

    "Untuk tahun selanjutnya, kami meminta dukungan Pemprov maupun Pemkab untuk pemeliharaannya. Namun yang terpenting adalah, bagaimana keberlanjutan fungsi EWS ini tetap bisa diakses oleh masyarakat," kata Raditya lagi. (devi/adpsb)