×

Iklan


BNPB Bantu Perbaikan 563 Rumah Rusak Akibat Banjir dan Longsor di Sumbar

09 Juni 2024 | 14:46:24 WIB Last Updated 2024-06-09T14:46:24+00:00
    Share
iklan
BNPB Bantu Perbaikan 563 Rumah Rusak Akibat Banjir dan Longsor di Sumbar

Padang – Pemprov Sumbar dan seluruh kabupaten/kota terdampak bencana banjir bandang dan longsor, mengakhir masa tanggap darurat yang berlangsung sekitar 1 bulan sejak bencana terjadi Sabtu (11/05/2024). Selanjutnya, Pemprov Sumbar menetapkan masa transisi menuju pemulihan pascabencana terhitung 10 Juni sampai 6 bulan ke depan.

Untuk warga yang rumahnya terdampak bencana akan diberikan bantuan stimulan oleh BNPB yang besarannya bervariasi sesuai tingkat kerusakannya. Pendataan rumah dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing. Untuk rumah rumah berat (RB) bantuan stimulan Rp 60 juta, rusak sedang (RS) Rp 30 juta dan rusak ringan (RR) Rp 15 juta.

“Sedangkan rumah yang berada di zona merah bencana banjir bandang, seperti di pinggiran sungai yang berhulu di Marapi, harus direlokasi. Maka kategori bantuan yang diterima adalah sama dengan rumah rusak berat,” kata Kabid Rehab Rekon BPBD Sumbar, Ilham Wahab dalam rapat transisi darurat ke masa pemulihan pasca bencana, Minggu (09/06/2024).

    Rapat yang dipimpin Sekdaprov Sumbar Hansastri sebagai Komando Tanggap Darurat dan didampingi Kalaksa BPBD Sumbar Rudy Rinaldy itu, dihadiri seluruh pimpinan OPD dan institusi serta lembaga terkait pemulihan pascabencana, seperti Kadis BMCKTR Era Sukma Munaf, Kadis Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura Febrina Tri Susila Putri, BPJN Sumbar, BWS Sumatera V, BMKG, Forum PRB Sumbar, PMI dan Pemko Padang Panjang.

    BNPB juga akan memberikan bantuan dana tunggu hunian bagi korban bencana yang rumahnya rusak berat sebesar Rp 500 ribu per bulan yang diberikan selama 6 bulan. Uang ini dapat digunakan untuk sewa rumah atau kebutuhan lainnya bagi warga yang tinggal di rumah kerabatnya. Namun daftar penerima bantuan tersebut masih menunggu data final dari pemda masing-masing.

    Data sementara, di Agam terdapat 57 rumah rusak berat (RB), 35 rusak sedang (RS) dan 234 rusak ringan (RR) dan totalnya sebanyak 326 unit rumah. Di Tanah Datar tercatat 47 RB, 26 RS, 80 RR dan 43 rumah hanyut dan todal semuanya 196 rumah. Di Padang Pariaman tercatat 25 RR. Selanjutnya, di Padang Panjang terdata 5 RB, 2 RS, 9 RR dan totalnya 19 rumah.

    “Data yang kita terima untuk semua rumah RB, RS, RR dan hanyut di Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman dan Padang Panjang adalah sebanyak 563 unit,” terang Ilham Wahab.

    Bupati Agam, lanjugnya, akan merelokasi rumah warga yang berada di sempadan sungai, baik kategori RB, RS, maupun RR. Sampai saat ini,  terkonfirmasi 27 unit rumah bersedia di relokasi.

    “Sisanya sebanyak 299 unit rumah lagi masih dalam sosialisasi oleh Pemkab Agam dengan warga terkait pemilihan model relokasi, ikut relokasi terpadu atau relokasi mandiri serta insitu,” katanya.

    Untuk Tanah Datar, warga korban bencana akan direlokasi ke lahan milik Dinas Pertanian Sumbar, di Balai Benih Induk (BBI) di Kecamatan Rambatan. (devi)