×

Iklan


Berkas Dua Tersangka Kasus Prostitusi Online Dilimpahkan ke Kejari Padang

19 Juni 2020 | 13:23:48 WIB Last Updated 2020-06-19T13:23:48+00:00
    Share
iklan
Berkas Dua Tersangka Kasus Prostitusi Online Dilimpahkan ke Kejari Padang
Tersangka NN (kanan) sebelum meninggalkan gedung Mapolda Sumbar setelah penyidik memutuskan menangguhkan penahanan NN, Sabtu (8/2/2020) lalu sekira pukul 23.15 WIB. (Foto: Raihan Al Karim)

Padang, Khazminang -- Dua tersangka kasus prostitusi daring (online) NN (26) dan AS (24) telah resmi dilimpahkan oleh penyidik Polda Sumbar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Kamis (18/6).

Dalam penyerahan berkas dan tersangka tersebut, NN tampak didampingi kuasa hukumnya. Polisi yang datang ke Kejari Padang sekitar pukul 12.00 WIB, tampak membawa tersangka dan beberapa berkas.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Padang, Yarnes membenarkan jika penyidik Polda Sumbar telah menyerahkan berkas penyidikan kedua tersangka dan telah diterima oleh Kejaksaan.

    "Saat ini tengah mempersiapkan administrasi untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kelas IA Padang. Saat ini tersangka dititipkan di rumah tahanan Polda Sumbar," kata Yarnes ketika dihubungi melalui telepon genggamnya.

    Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Riefia Nadra, Devi Diany bersama tim membenarkan perihal tersebut. "Ya benar sekali, saat ini dalam tahap dua (penyerahan para tersangka dan barang bukti dari penyidik ke jaksa penuntut umum)," ucapnya.

    Pada awalnya, kata dia, kliennya tidak ditahan oleh Polda Sumbar, namun ditahan oleh Jaksa. "Tidak tahu alasannya, kenapa kliennya kami ditahan, kami akan membuat surat permohonan dan diserahkan ke Kejari Padang," tambah dia.

    Diberitakan sebelumnya, Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar mengungkap praktik prostitusi online, Minggu (26/1/2020). Polisi menangkap pelakunya sekitar pukul 14.17 WIB di sebuah hotel berbintang di Jalan Bundo Kanduang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat.

    Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka yakninya seorang pria berinisial AS dan seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial NN. 

    Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, NN ditetapkan sebagai tersangka karena yang bersangkutan melanggar Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Polisi menetapkan NN sebagai tersangka karena meminta kepada muncikari untuk dicarikan pelanggan melalui aplikasi chatting. Sementara muncikari AS dijerat Pasal 296 jo, Pasal 506 KUHP.

    Terungkapnya kasus prostitusi tersebut, berkat laporan dari anggota DPR RI dari dapil 1 Sumbar, Andre Rosiade. Bahkan, Andre turut hadir dalam penggerebekan tersebut. (Murdiansyah Eko)