×

Iklan


Bendungan Irigasi Jebol, Ratusan Hektare Sawah di Agam Terancam Kering

03 Oktober 2022 | 15:43:47 WIB Last Updated 2022-10-03T15:43:47+00:00
    Share
iklan
Bendungan Irigasi Jebol, Ratusan Hektare Sawah di Agam Terancam Kering

Lubuk Basung, Khazminang.id-- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam sepanjang Minggu (2/10) kembali memicu musibah.

Akibat tingginya curah hujan, memicu banjir besar di wilayah Jorong Batang Silasiah, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang.

Dampak hantaman banjir besar itu menyebabkan ambruknya dam dan bendungan irigasi aliran sungai Banda Sirangkak, yang merupakan sumber utama air bersih yang selama ini dimanfaatkan warga di wilayah itu, baik air bersih untuk kebutuhan harian maupun air irigasi persawahan warga.

    Embung dan dam bendungan sungai Banda Sirangkak yang jebol Minggu sore itu, juga menyebabkan areal persawahan penduduk dan berbagai sarana penting di kawasan itu direndam banjir.

    Tidak ada korban dalam musibah itu, namun kerugian material yang berpotensi dialami warga cukup besar.

    Ambruknya embung dan dam bendung irigasi Banda Sirangkak itu dibenarkan Kepala BPBD Kabupaten Agam, Bambang Warsito, Minggu (2/10) malam.

    Kata Bambang, akibat curah hujan tinggi yang beberapa waktu belakangan cukup intens terjadi itu, Minggu sore memicu luapan besar di aliran sungai Banda Sirangkak yang menyebabkan musibah di dua titik.

    Masing-masing ambruknya embung yang selama ini dimanfaatkan untuk penampungan air bersih untuk kebutuhan warga di wilayah itu.

    "Setidaknya 1.500 KK terancam tidak bisa menikmati air bersih akibat embung itu jebol," jelasnya.

    Titik lain yang terdampak hantaman luapan banjir bandang di aliran sungai Banda Sirangkak itu, juga menyebabkan saluran irigasi rusak parah, khususnya dam dan bendung aliran sungai, yang menyebabkan terputusnya aliran air ke sekitar 360 hektare sawah warga di wilayah itu.

    Terkait musibah yang terjadi, Bambang Warsito menyebutkan, pihaknya sudah melaporkan kejadian itu pada pimpinan daerah dan melakukan langkah-langkah antisipasi di lapangan, khususnya yang berpotensi dampak terhadap masyarakat.

    Dijelaskan, embung dan saluran irigasi Banda Sirangkak selama ini dikenal sebagai sungai yang cukup besar dan dimanfaatkan masyarakat di wilayah kecamatan Candung tidak hanya untuk irigasi sawah tapi juga untuk kebutuhan air bersih sehari-hari.

    "Kita akan koordinasikan dengan unsur terkait dan pimpinan untuk mencari solusi terkait dengan potensi dampak yang akan dialami warga tersebut, khususnya mengatasi terputusnya aliran air ke areal persawahan penduduk termasuk untuk kebutuhan air bersih sehari-hari," jelasnya.

    Sementara, untuk mengantisipasi dampak tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Agam saat ini, Bambang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah Kabupaten Agam dikenal rentan terdampak bencana. (khz)