×

Iklan


Beli BBM Subsidi di Pessel Ada Pula 'Uang KR' Namanya

20 September 2022 | 09:49:19 WIB Last Updated 2022-09-20T09:49:19+00:00
    Share
iklan
Beli BBM Subsidi di Pessel Ada Pula \
Ada uang KR di SPBU

Painan, Khazming.id — Masyarakat nelayan di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pessel (Pesisir Selatan), keluhkan permainan SPBU di Nagari Taratak.  Pasalnya, di tengah kenaikan BBM, masyarakat nelayan harus mengeluhkan tradisi pembelian  BBM bersubsidi di SPBU tersebut.

Salah satu tradisi itu, adalah bagaimana  mereka harus mengeluarkan uang lebih untuk setiap pembelian BBM subsidi di SPBU tersebut.

Salah seorang anggota Nelayan di Sutera, Paris (48) mengatakan, uang tersebut mereka namakan uang 'KR' atau pemulus. Uang KR ini harus mereka keluar setiap pembelian BBM mencapai satu jerigen. Bervariasi baginya tidak ada surat nelayan membayar Rp10 ribu.

    "Kalau ada surat Ketua Kelompok Nelayan Rp7 ribu. Kalau tidak Rp10 ribu,"kata Paris kepada Khazanah, Senin (19/9). 

    Ia menyebutkan, hal tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama di SPBU tersebut. Namun, saat ini harga BBM subsidi ikut naik, jadi mereka-pun mengaku keberatan mengeluarkan hal tersebut.  Terutama kecil, ketika membeli BBM dengan jumlah banyak. "Sudah lama, cuma tidak tahannya. Sejak BBM ini naik. Jadi menjadi beban bagi nelayan," terangnya.

    Terpisah, Penasehat (Penanggung Jawab) SPBU di Taratak, Udin mengakui, uang 'KR' yang dibayar nelayan saat membeli BBM ke SPBU itu atas kesepakatan bersama. Ia mengatakan, hal tersebut tidak pernah mereka diwajibkan.

    "Artinyo, sabananyo bapandai-bapandai ajo, karano yang isinyakan ndak bisa do, tapi kadang-kadang masyarakat kandak ingin, baa caro diawak, bapandai-pandai jo lei," terangnya dengan bahasa setempat.

    Ia mengaku, setiap nelayan atau masyarakat yang membeli BBM subsidi ke SPBU itu hanya mereka minta Rp5 ribu perjerigen, dan tidak lebih. "Limo ribu per jerigennyo (Lima ribu perjerigen)," ujarnya.

    Ia mengatakan, uang tersebut sebagai ganti kompensasi, karena masyarakat tidak memiliki ketentuan untuk mendapatkanya. "Iyo, mako diapokan jo itu (diganti dengan itu)," jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Sumbar H Ridwan Hosen mengatakan secara aturan yang ada memang tidak ada uang penambahan karena tidak dibenarkan oleh PT.Pertamina Patra Niaga.

    Jika ada surat rekomendasi dari Dinas - Dinas terkait seperti Dinas kelautan, Pusat Pendaratan Ikan (PPI) dan lain lainnya. Hal tersebut jika sesuai dengan peruntukan dan aturan maka SPBU diminta untuk melayaninya tanpa ada tambahan biaya.

    "Nah, tapi jika pembeli mau memberikan uang tip secara ikhlas, tergantung dari operator pompa tersebut lagi tapi tidak diwajibkan," ujar Ridwan.(mil hendrawandi)