×

Iklan


Baru 70 Mahasiswa Asing Kuliah di Unand, Sebelum Pandemi Capai 400 Orang

05 Oktober 2022 | 16:06:59 WIB Last Updated 2022-10-05T16:06:59+00:00
    Share
iklan
Baru 70 Mahasiswa Asing Kuliah di Unand, Sebelum Pandemi Capai 400 Orang

Padang, Khazminang.id-- Rektor Universitas Andalas (Unand), Prof Yuliandri menyebut, jumlah mahasiswa asing di universitas yang dia pimpin itu menurun tajam saat pandemi Covid-19.

"Sebelum pandemi, jumlah mahasiswa internasional mencapai 400 orang. Tetapi selama pandemi, jumlah mahasiswa internasional berkurang signifikan," ujar dia, Selasa (4/10).

Yuliandri berujar, di tahun 2022 ini, Unand mulai menerima kembali mahasiswa asing, yang kini berjumlah sekitar 70 orang yang tersebar di semua program studi (prodi).

    "Kehadiran mahasiswa dari negara lain untuk menikmati pembelajaran di Unand menjadi bukti bahwa kampus kebanggan masyarakat Sumbar sudah dikenal sampai ke dunia Internasional," paparnya.

    Yuliandri berharap agar ke depan semoga semakin banyak lagi mahasiswa mancanegara yang menimba ilmu di Unand.

    Kerja Sama dengan KBRI Myanmar

    Unand dengan Kedutaan Besar RI untuk Republik Uni Myanmar (KBRI Myanmar) bekerja sama tentang Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, Hilirisasi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

    Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Duta Besar RI untuk Myanmar, Prof Iza Fadri dan Rektor Unand, Prof Yuliandri didampingi oleh Wakil Rektor I, Prof Mansyurdin dan pihak KBRI di Ruang Sidang Senat Lantai 4 Rektorat Kampus Limau Manis, Senin (3/10).

    "Kerja sama berkaitan dengan hubungan bilateral Republik Indonesia dengan Republik Uni Myanmar yang didasarkan pada asas saling membantu, saling mendukung, dan taat hukum dengan memanfaatkan sumber daya masing-masing pihak," ucap Yuliandri.

    Menurutnya, penandatanganan nota kesepahaman bagian dari formalitas, yang bisa dilakukan kapan saja, namun tindakan dari kerja sama mesti sudah dilaksanakan terlebih dahulu.

    "Sebelumnya kita sudah sempat melakukan pertemuan di tahun 2021, di mana kami menyatakan siap untuk bekerja sama dengan KBRI Yangon (Myanmar) untuk memfasilitasi warga Myanmar kuliah di Universitas Andalas begitu juga sebaliknya," ungkapnya.

    Sementara itu, Dubes Iza Fadri berharap melalui kerja sama ini potensi Myanmar khususnya Yangon dapat dikembangkan lebih baik.

    "Kita punya sekolah internasional yang potensial dan berharap dengan kerja sama ini dapat menguntungkan baik KBRI Myanmar maupun Universitas Andalas," ujarnya.

    Salah seorang mahasiswa asal Myanmar yang kuliah pada program magister Jurusan Bioteknologi, Eric mengaku bangga dan senang bisa kuliah di Unand.

    "Terima kasih kami sampaikan karena kami diberikan kesempatan untuk berkuliah di sini, di mana kami bisa mengeksplorasi Padang yang secara kultur ternyata sangat mirip dengan Myanmar. Budaya Minangkabau sangat menarik bagi saya," ujar Eric.

    Eric juga menambahkan dan berharap untuk dapat mempromosikan budaya Indonesia di Myanmar, dan sebaliknya dapat mempromosikan kultur Myanmar di Indonesia. (Rina Akmal)