×

Iklan


Azan Disebut Berisik Disorot Media Asing, Ini Aturan Kebisingan Tempat Ibadah

14 Oktober 2021 | 15:15:50 WIB Last Updated 2021-10-14T15:15:50+00:00
    Share
iklan
Azan Disebut Berisik Disorot Media Asing, Ini Aturan Kebisingan Tempat Ibadah
Ilustrasi toa masjid. ANDHIKA

Padang, Khazminang.id-- Warga pengidap gangguan kecemasan (anxiety disorder) yang terganggu kondisi suara azan di Jakarta, menjadi sorotan media massa internasional. Perlu diketahui, pemerintah sudah punya peraturan kebisingan maksimal dari tempat ibadah.

Aturan itu ada dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Kepmen tentang Baku Tingkat Kebisingan ini diteken Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja pada 25 November 1996.

"Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan," demikian definisi kebisingan di Pasal 1.

    Tingkat kebisingan diukur dengan satuan desibel (dB). Baku tingkat kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan.

    Baku tingkat kebisingan atau batas maksimal kebisingan diatur dalam lampiran Kepmen ini. Baku tingkat kebisingan dibagi-bagi berdasarkan kategori-kategorinya.

    "Tempat ibadah atau sejenisnya 55 dB," demikian diatur dalam Kepmen ini.

    Berikut adalah baku tingkat kebisingan selengkapnya:


    Jadi suara bising dari tempat ibadah tidak boleh lebih dari 55 dB. Seberapa kencang 55 dB?

    Sorotan mengenai suara azan di Jakarta ini sebelumnya diangkat oleh Agence France-Presse (AFP), agensi berita internasional yang berpusat di Paris, Prancis.

    "Ketakwaan atau gangguan kebisingan? Indonesia mengatasi reaksi volume azan," demikian judul AFP, diunggah Kamis (14/10).-

    Salah satu narasumber AFP adalah muslimah usia 31 tahun dengan nama samaran Rina, pengidap gangguan kecemasan (anxiety disorder) yang tidak bisa tidur, mengalami mual untuk makan, dan takut untuk menyuarakan komplain soal suara azan dari masjid di dekat rumahnya.

    AFP menuliskan, azan dan masjid adalah dua hal yang dihormati di Indonesia, negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Mengkritisi azan dan masjid bisa berujung pada tuduhan penistaan agama dengan ancaman 5 tahun penjaraan.

    "Tidak ada yang berani untuk komplain soal itu di sini," kata Rina.

    Rina selalu terbangun dari tidurnya pukul 3 dini hari karena terusik suara pengeras suara dari masjid di dekat rumahnya.

    "Pengeras suara tidak cuma digunakan untuk azan, tapi juga untuk membangunkan orang 30-40 menit sebelum salat Subuh," kata Rina kepada AFP. Rina sudah menahan gangguan ini selama enam bulan terakhir.

    Komplain secara daring (online) soal pengeras suara yang berisik sudah mulai meningkat, namun kebanyakan anonim karena pelapor khawatir dengan akibat yang ditimbulkan gara-gara komplain seperti itu. Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah mengerahkan tim untuk mengatasi tata suara (sound system) masjid di seluruh Indonesia, namun ini adalah persoalan yang sensitif.

    AFP menyebut negara kepulauan di Asia Tenggara ini dikenal sebagai wilayah dengan toleransi antaragama yang baik, namun kini muncul perhatian bahwa corak keagamaan Islam moderat terancam oleh penganut garis keras.

    Pada 2018, perempuan Buddha dipenjara gara-gara menyebut suara azan 'bikin sakit telinga saya'. Awal tahun ini, ada selebritis Zaskia Mecca dikecam secara online gara-gara mengkritik suara pengeras suara saat Ramadhan.

    AFP menyebut azan dipahami masyarakat sebagai simbol kebesaran. Isu suara azan bisa memecah belah.

    Di Indonesia, ada 750 ribu masjid di seluruh wilayah. Masjid ukuran sedang bisa mempunyai selusin speaker eksternal yang melantangkan azan lima kali sehari. Untuk Rina, suara dari masjid saat malam hari berdampak pada kesehatannya.

    "Saya mulai mengalami insomnia, dan saya didiagnosis mengidap gangguan kecemasan setelah selalu terbangun pada malam hari. Sekarang saya mencoba membuat diri saya selelah mungkin supaya saya bisa tidur nyenyak tanpa mendengar suara bising itu," kata Rina. (*)