×

Iklan

TERTIPU 20 GRAM EMAS
Awas Penipuan dengan Modus Satgas Covid-19, Warga Tabing Sudah Jadi Korban!

09 Nov 2020 | 22:45:01 WIB Last Updated 2020-11-09T22:45:01+00:00
    Share
iklan
Awas Penipuan dengan Modus Satgas Covid-19, Warga Tabing Sudah Jadi Korban!
WASPADA- Kewaspadaan untuk semua hal perlu ditingkatkan di masa pandemi Covid-19 ini, tidak hanya kewaspadaan terhadap protokol kesehatan tetapi juga kewaspadan terhadap kejahatan. (foto: Ist/net)

Padang, Khazanah--  Kewaspadaan untuk semua hal perlu ditingkatkan di masa pandemi Covid-19 ini, tidak hanya kewaspadaan terhadap protokol kesehatan tetapi juga kewaspadan terhadap kejahatan.

 

Bagimana tidak, masa pandemi menjadi alasan bagi segelintir orang untuk melakukan penipuan dan tindak kejahatanlainnya, seperti yang terjadi di Parupuk, Tabing, Kota Padang.

     

    Sekitar 20 gram emas, milik seorang wanita bernama Erlinda, di kawasan Kelurahan Parupuk Tabing, Kecatamam Koto Tangah, raib dibawa kabur oleh dua orang yang mengaku sebagai petugas Covid-19, Senin (9/11).

     

    Dari keterangan Ketua RT setempat, Maswardi mengatakan, bahwa pelaku sebanyak dua orang, yakni laki-laki dan perempuan dan, sebelum peristiwa itu, ia tidak ada kecurigaan kepada kedua orang tersebut.

     

    "Kami sebelumnya tidak ada curiga, tapi memang keduanya orang tersebut sudah tiga kali bolak-balik di sekitar rumah korban, perkiraan saya mereka ini adalah anggota keluarga dari korban," ujarnya.

     

    Ia menjelaskan, kejadian itu terjadi pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB, informasi dari korban, keduanya mengaku dari kongsi petugas Covid-19 dan tujuan kedatangannya ialah untuk memberitahukan bahwa korban terpilih sebagai masyarakat terbaik dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19.

     

    "Ibuk ini mengabarkan, bahwa kedua orang itu adalah dari tim Covid-19, dan mengatakan bahwa ibuk ini terpilih sebagai percontohan terbaik penerapan protokol Covid. Kemudian 20 gram emas, jika diuangkan sekitar Rp20 juta yang dipakai ibuk tersebut hilang dibawa kabur pelaku," terangnya.

     

    Sementara Camat Koto Tangah, Magdalena mengatakan, kejadian itu diketahui pada saat timnya tengah melakukan sosialisasi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, dan pelaku itu berjumlah dua orang.

     

    "Informasi sementara dari warga setempat, diketahui pelaku berjumlah dua orang laki-laki dan perempuan. Sementara kerugian korban hingga Rp20 juta," kata dia.

     

    Saat didatangi lokasi rumah korban, namun keadaan rumah sedang kosong, berdasarkan informasi dari ketua RT, korban sedang mendatangi pihak Kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut. (*/Novrizal Sadewa).