×

Iklan

KPU KOTA PADANG KERJA NONSTOP
Arset Kusnadi: Pemilih, Ayo Gunakan Hak Konstitusionalnya

11 Juli 2024 | 19:35:01 WIB Last Updated 2024-07-11T19:35:01+00:00
    Share
iklan
Arset Kusnadi: Pemilih, Ayo Gunakan Hak Konstitusionalnya
Komisioner KPU Kota Padang Arset Kusnadi pada acara sosialisasi di Radio Arbes FM Padang, Rabu (10/07/2024)

Padang, Khazanah – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang saat ini berjibaku mempersiapkan dua agenda besar, Pertama, Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tahun 2024 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sesuai Amar Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 03-03/PHPU.DPD-XXII/2024 tanggal 10 Juni 2024. Kemudian Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Serentak Nasional Tahun 2024 yang dilaksanakan di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota.

“Tahun ini, kita kerja nonstop. Mei baru selesai pileg dan pilpres, disambung langsung dengan Pilkada Serentak Nasional Tahun 2024 yang tahapannya sudah dimulai April kemarin. Eehh.. tiba-tiba harus ada PSU khusus Sumatera Barat, ya kita harus kerja ekstra,” ujar Arset Kusnadi, Komisioner KPU Kota Padang pada acara Special Talkshow bersama KPU Kota Padang yang disiarkan langsung di Radio ARBES FM, jalan Ratulangi No. 21 C Padang pukul 20.00 WIB pada Rabu (10/07/2024).

Menurutnya hampir 18.000 TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Sumbar akan melakukan PSU Calon Anggota DPD Sumbar, sedangkan di kota Padang akan dilaksanakan di 2.681 TPS yang tersebar di 11 kecamatan dan 104 kelurahan

    “PSU DPD Sumbar yang akan dilaksanakan 13 Juli 2024 besok, pelaksanaannya sama seperti Pileg pada Februari kemarin, hanya saja sekarang peserta calon anggota DPD-nya bertambah 1 menjadi 16 orang dan nomor urutnya juga sudah diatur sesuai abjad nama peserta ” ujar Arset yang juga Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Kota Padang.

    Dipilhnya hari Sabtu pelaksanaan PSU menurut Arset, karena pada hari tersebut masyarakat Sumatera Barat banyak yang tidak bekerja atau libur, sehingga tidak mengganggu aktifitasnya.

    “KPU juga sudah melayangkan surat kepada kepala daerah dan instansi terkait untuk membantu memberikan himbauan kepada masyarakatnya untuk datang pada hari pemungutan suara dan memberikan dispensasi khusunya bagi pegawai yang bekerja,” lanjut Arset.

    Selain itu Arset juga menyebut hasil Pileg DPD Sumbar bulan Februari lalu dinyatakan batal.

    “Dengan adanya Keputusan MK untuk PSU ini, maka hasil suara DPD Sumbar yang lalu dinyatakan batal dan dimulai dari nol lagi, jadi kesempatannya sama” lanjutnya.

    Sementara itu, untuk persiapan Pilkada Serentak Kota Padang Arset menjelaskan tahapan yang sedang berlangsung adalah pemutakhiran data pemilih.

    “Saat ini Pantarlih (Panitia Pemutakhiran Data Pemilih) tengah melakukan pemutakhiran data pemilih, dan untuk mengetahui apakah namanya sudah terdaftar sebagai pemilih, masyarakat bisa mengklik situs cekdptonline.kpu,go,id,” jelas Arset

    Dilakukannya pemutakhiran data pemilih ini, menurut Arset, karena adanya kemungkinan perubahan status pemilih sejak Maret lalu hingga saat ini.

    “Kemungkinan ada pemilih yang dulunya anggota TNI atau Polri atau ASN, sekarang sudah pensiun, sehingga hak konstitusionalnya harus dipenuhi sebagai warga negara biasa. Atau sebaliknya, pada pemilu kemarin masih menjadi warga negara biasa, sekarang sudah menjadi aparatur atau alat negara, sehingga perlu dilakukan pemutakhiran data pemilih,” lanjutnya.

    Arset juga menjelaskan pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 nanti jumlah TPS-nya akan berkurang, tidak sebanyak pada Pileg (Pemilu Legislatif) dan Pilpres (Pemilu Presiden) kemarin.

    “Pada Pileg dan Pilpres sebelumnya jumlah TPS di kota Padang itu ada 2.681, sedangkan Pilkada Serentak Kota Padang ini akan berkurang menjadi 1.481 TPS. Jadi TPS yang berdekatan, akan kita dilebur jadi satu, sehingga calon pemilih harus mengetahui lokasi TPS-nya masing-masing,” sambung Arset

    Persiapan lainnya yang telah dilakukan KPU kota Padang untuk Pilkada Kota Padang, lanjut Arset adalah pembentuk badan Ad Hoc

    “Kita sudah membentuk badan ad hoc tingkat kecamatan yaitu PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) ditingkat kelurahan, dan selanjutnya merekrut 7 orang anggota KPPS dikali 1.481 TPS yang ada dikota Padang,” ujarya.

    Special Talkshow bersama KPU Kota Padang di Radio ARBES FM dengan topik ‘Tahapan Pilkada Serentak Nasional Tahun 2024 dan Persiapan PSU DPD Sumbar’ yang dipandu oleh penyiar senior Uunk Yonas D Partitur ini juga merupakan bagian dari sosialisasi KPU Kota Padang kepada masyarakat tentang tahapan dan persiapan Pilkada Serentak dan PSU DPD RI Sumbar.

    “Selain di Radio, KPU Kota Padang juga telah melakukan sosialisasi melalui media sosial dan bertemu langsung dengan pemuka masyarakat, ninik mamak, tokoh adat, serta generasi muda, sehingga nanti mereka yang akan membantu menyampaikan kepada warga dilingkungannya untuk datang ke TPS masing-masing melakukan pemungutan suara pada 13 Juli 2024 untuk PSU DPD Sumbar dan 27 November 2024 Pilkada Kota Padang,” lanjut Arset.

    Ia juga meyakini, generasi muda merupakan pemilih potensial yang perlu diberdayakan agar menggunakan hak pilihnya.

    “Generasi muda merupakan jumlah terbanyak di calon data pemilih, sehingga ini perlu kita dorong agar mereka menggunakan hak pilihnya pada PSU DPD Sumbar dan Pilkada Kota Padang nanti,” tegasnya.

    Toni, salah seorang warga kota Padang melalui interaktif telpon di acara Special Talkshow yang digelar di Radio Arbes FM tersebut menanyakan bagaimana jika pada data pemilih nama mereka tidak tercantum?

    “Sudah ada ketentuannya, tugas KPU sebagai penyelenggara pemilu memastikan masyarakat mendapatkan hak pilihnya. Untuk mereka yang memiliki KTP namun tidak terdaftar di data pemilih, bisa langsung ke TPS dilokasi tempat tinggalnya dan membawa KTP pada pukul 12.00 – 13.00, setelah pemungutan suara pemilih yang terdaftar,” jelas Arset.

    Saat Uunk Yonas menanyakan tentang kemungkinan adanya konflik atau gangguan pada PSU DPD Sumbar dan Pilkada Kota Padang nanti, Arset meyakini bahwa pelaksanaan Pemilu di kota Padang akan berlangsung lancar dan aman.

    “Pelaksana pemilu ini kan bukan hanya KPU saja, ada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) yang akan mengawasi KPU dan jalannya Pemilu. Melihat pelaksanan beberapa kali Pemilu di kota Padang ini, Insya Allah, saya yakin akan aman-aman saja, kalaupun ada riak-riak kecil, itu biasa dalam berdemokrasi,” ujarnya.

    Arset yang baru dilantik bulan Mei 2024 lalu sebagai Komisioner KPU Kota Padang bersama 4 rekannya berharap masyarakat menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara yang diatur dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 1099 tentang Hak Asassi Manusia (HAM).

    “Hak pilih ini merupakan hak konstitusional warga negara yang telah diatur dalam undang-undang. Rakyat memiliki kewajiban dan tanggung jawab memilih pemimpin yang hendak mengatur kehidupan mereka lima tahun kedepan. Jadi yuk gunakan hak pilihnya pada PSU DPD Sumbar pada 13 Juli 2024 dan Pilkada Kota Padang tanggl 27 November 2024 nanti. Mari kita sukseskan bersama. Pilkada Bermatrabat, Berarti untuk Negeri,” pungkas Arset mengakhiri talskhow interaktif di Radio Arbes FM. (JJ)