×

Iklan


Apakah Tenaga Kerja Masa Training Mendapatkan Gaji? Ini Jawabannya

03 Juli 2023 | 08:31:02 WIB Last Updated 2023-07-03T08:31:02+00:00
    Share
iklan
Apakah Tenaga Kerja Masa Training Mendapatkan Gaji? Ini Jawabannya

Jakarta, Khazanah – Masa training dikenal juga dengan masa probation. Bisa disimpulkan bahwa pengertian training kerja adalah masa pelatihan karyawan untuk memperdalam keahlian sehingga dapat mengerjakan tugas sesuai posisi yang akan ditempati nantinya.

Masa training kerja hanya diberlakukan untuk karyawan dengan perjanjian kerja waktu tak tentu atau PKWTT. Hal ini diatur dalam aturan hukum, yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, lebih tepatnya tertuang dalam pasal 60 ayat 1. Dalam masa training, karyawan akan mengerjakan tugas sesuai posisi, tetapi juga akan mendapatkan pelatihan untuk berbagai materi.

Umumnya, masa training kerja atau probation akan dilakukan selama 3 hingga 6 bulan, tergantung kebijakan perusahaan dan kebutuhan pendidikan karyawan untuk memahami tugas sesuai posisinya secara menyeluruh.

    Apakah training kerja sudah pasti diterima?

    Jawabannya bisa ya dan tidak. Iya, sudah pasti diterima ketika kamu memang sudah tanda tangan kontrak sebagai karyawan PKWTT dan dijelaskan bahwa selama sekian bulan harus menjalani training kerja terlebih dahulu untuk lebih memahami posisi yang akan ditempati.

    Jawaban lainnya adalah tidak pasti diterima ketika ternyata kamu hanya tanda tangan perjanjian training kerja saja. Jika begini, biasanya pihak HRD akan menjelaskan di awal bahwa perusahaan akan melakukan evaluasi selama beberapa bulan dengan melakukan training untuk memutuskan kamu sesuai kualifikasi atau tidak.

    Beberapa perusahaan bahkan memberikan kewenangan mengenai lanjut dan tidaknya kepada karyawan yang menjalani training.‍

    Apakah training kerja mendapatkan gaji?

    Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah ya, karyawan yang menjalani training sudah pasti dibayar. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 60 ayat 2.

    Dalam aturan tersebut bahkan secara jelas menyatakan bahwa perusahaan dilarang memberikan gaji di bawah upah minimum tiap provinsi atau kota/kabupaten untuk karyawannya, meskipun masih dalam masa training.

    Tidak hanya gaji pokok, karyawan yang masih dalam masa training juga berhak untuk mendapatkan asuransi kesehatan, minimal BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, bahkan uang lembur jika memang diharuskan untuk lembur.

    Berapa nominal gaji karyawan dalam masa training atau probation?

    Jawabnya diserahkan kepada kebijakan perusahaan dengan ketentuan tidak boleh lebih rendah dibanding upah minimum daerah setempat. Perusahaan yang baik akan menjelaskan besaran gajinya ketika wawancara.  Ada perusahaan yang menetapkan gaji sebesar 70%–80% dari gaji ketika sudah menjadi karyawan tetap resmi. Contohnya apabila saat sudah menjadi karyawan tetap akan menerima gaji sebesar Rp8.000.000, maka ketika masa probation akan menerima gaji sebesar Rp5.600.000–Rp6.400.000.