×

Iklan

Alumni dan Pencaker Minim Pengetahuan Dunia Kerja
Alumni dan Pencaker Minim Pengetahuan Dunia Kerja

30 November 2023 | 10:41:20 WIB Last Updated 2023-11-30T10:41:20+00:00
    Share
iklan
Alumni dan Pencaker Minim Pengetahuan Dunia Kerja
Talkshow Interaktif dalam rangkaian kegiatan Job Fair 2023 SMK Negeri 1 Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Selasa (28/11/2023)

Tanjung Raya – Agam, Khazanah – Minimnya pengetahuan para alumni dan pencari kerja (pencaker) sebelum terjun ke dunia kerja, menjadi salah satu penyebab mereka masih belum mendapatkan pekerjaan sampai saat ini. Hal itu diungkapkan Zudarmi dari PT. Andalan Mitra Prestasi yang menjadi pembicara pada acara Talkshow Interaktif dalam rangkaian kegiatan Job Fair (Bursa Kerja) 2023 yang diselenggarakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Raya, kabupaten Agam, Selasa (28/11/2023)

“Masih banyak mereka yang belum memahami bagaimana etika melamar pekerjaan. Ini harus jadi perhatian. Attitude atau sikap itu menjadi penilaian penting dalam penerimaan tenaga kerja, selain kompetensi. Dan ini masih dianggap enteng oleh pencari kerja” ujar Zudarmi dalam talkshow yang dipandu Santi Erlinda, M.Pd, salah seorang guru SMKN 1 Tanjung Raya yang juga koordinator seksi acara pada kegiatan tersebut.

Menurut Zudarmi peluang kerja saat ini cukup banyak, hanya saja sangat sedikit tenaga kerja terampil yang mampu mengisi peluang tersebut. Oleh karenanya dibutuhkan pelatihan peningkatan kompetensi diri, seperti penguasaan bahasa asing, minimal Bahasa Inggris.

    “Di AMP banyak peluang kerja dari beberapa perusahaan dalam dan luar negeri. Kemarin kita baru saja menandatangani kontrak kerjasama dengan Jepang dan Malaysia untuk mengiriman tenaga kerja terampil kesana, namun setelah dilakukan seleksi sangat sedikit calon tenaga kerja yang memenuhi syarat,” katanya.

    Ia juga menceritakan etos kerja orang Jepang yang sangat terkenal disiplin dan memiliki etika yang baik, sehingga mereka bisa sukses dalam segala bidang.

    “Kita perhatikan orang Jepang, etos dan semangat kerjanya perlu dicontoh, disiplin dan memiliki karakter yang kuat,” lanjut Zudarmi yang sudah lebih 30 tahun berkecimpung dengan ketenagakerjaan.

    Zudarmi juga sangat menyayangkan masih ada siswa atau pencaker yang pesimis dalam mendapatkan pekerjaan dengan alasan tidak memiliki orang dalam.

    “Saya menangis hari ini, jika Ananda masih berpikir untuk mendapakan pekerjaan itu harus punya orang dalam. Itu salah besar, tingkatkan kompetensi dan perbaiki sikap, yakin akan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak,” ungkapnya.

    Senada dengan pembicara pertama, Jejeng Azwardi mewakili Dalas Swalayan Group menyatakan hal yang sama terkait permasalahan ketenagakerjaan saat ini. Menurutnya masih tingginya angka pengangguran di Sumatera Barat mencapai angka 180 ribu orang dan yang terbanyak itu adalah lulusan SMK, ini harus menjadi perhatian dan PR (Pekerjaan Rumah) serius bagi institusi pendidikan dan tenaga pengajar untuk menyikapinya.

    “Data terbaru BPS (Badan Pusat Statistik) yang dikeluarkan November 2023 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Barat pada tahun 2023 sampai Agustus ini 5,9% dari total angkatan kerja 3,02 juta. Walaupun turun dibanding Agustus tahun lalu, namun angka ini masih cukup tinggi. Dan mirisnya lagi, lulusan SMK menjadi penyumbang terbanyak 11,02 persen. Padahal SMK itu misinya adalah mencetak calon tenaga kerja unggul, bukan pengangguran,” ujar Jejeng yang juga Konsultan SDM dan Praktisi Media.

    Dari data BPS, lanjut Jejeng, kabupaten Agam menempati urutan ke empat jumlah pengguran terbanyak dengan jumlah 13.294 orang, dibawah Pasaman Barat, Padang Pariaman dan tertinggi kota Padang mencapai 59 ribu orang.

    “Data ini bisa kita dijadikan momentum untuk merubah paradigma berpikir untuk memperbaiki lulusan SMK yang unggul, berdaya saing tinggi dan berkarakter dan tidak lagi buta terhadap dunia kerja,” harap Jejeng.

    Belum adanya kurikulum dan pelatihan khusus di sekolah tentang persiapan calon lulusan SMK menembus peluang kerja, harus dicarikan solusinya, agar tidak banyak lagi lulusan SMK yang masih belum bekerja. Tidak adanya anggaran bukan menjadi alasan, karena banyak cara bisa diwujudkan untuk meningkatkan kompetensi anak, seperti melihatkan komite sekolah.

    “Hampir semuanya mengatakan, mereka belum pernah mendapatkan pengetahuan atau pelatihan sedikitpun menghadapi dunia kerja, ini masalah,” ungkap Jejeng yang juga General Manager PT. Radio Arbes dan Manajer Bisnis PT. Khazanah Multimedia Utama

    Bahkan ada pelamar yang tidak mengetahui bidang pekerjaan yang akan ia lamar di suatu perusahaan.

    “Hari gini, masih ada yang tidak tahu apa itu pramuniaga, kan aneh. Sementara setiap hari mereka bertemu pramuniaga di toko atau swalayan. Kan bisa cari di google ap aitu pramuniaga, mereka sudah sangat akrab dengan internet dan teknologi digital, tapi digunakan untuk apa,” kata Jejeng.

    Jejeng menjelaskan beberapa contoh, bagaimana cara mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, mulai dari menentukan jenis pekerjaan yang akan dipilih, menulis surat lamaran, membuat CV yang menarik dan menghadapi interview atau wawancara yang menyenagkan serta memperbaiki sikap dan cara berkomunikasi yang baik.

    “Ini tidak bisa hanya disampaikan secara teori pada hari ini saja, harus ada praktek pelatihan terkonsep dan berkelanjutan yang dilakukan sekolah,” tukasnya.

    Sebagai informasi, Job Fair yang pertama kali dilaksanakan SMKN 1 Tanjung Raya berlangsung selama 2 hari, tanggal 28 dan 29 November 2023. Diikuti oleh 16 industri dari berbagai bidang usaha yang ada di Padang, Bukittinggi dan Agam yang berpartisipasi menyediakan peluang kerja di perusahaannya. Lebih lebih kurang 300 orang alumni dan pencari kerja telah terigistrasi secara online di link yang disediakan panitia dan hadir pada Job Fair tersebut.(JJ)