×

Iklan


ALIRMAN SORI: Ulama Harus Mampu Mencegah Perdebatan-perdebatan yang Tidak Produktif

05 Juni 2022 | 17:00:27 WIB Last Updated 2022-06-05T17:00:27+00:00
    Share
iklan
ALIRMAN SORI: Ulama Harus Mampu Mencegah Perdebatan-perdebatan yang Tidak Produktif
Alirman Sori saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang diikuti oleh ratusan masyarakat di Hotel Gizella, Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (5/6) pagi (foto: Milhendra Wandi).

Painan, Khazminang.id--  Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Alirman Sori menyebutkan bahwasanya peranan ulama di daerah ini sangatlah penting dalam menjaga kedaulatan rakyat.

 

Hal itu dikatakan Alirman Sori saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang diikuti oleh ratusan masyarakat di Hotel Gizella, Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (5/6).

     

    Dikatakannya, ulama itu harus memiliki tugas-tugas khusus yang harus dilakukan yaitu bagaimana memberikan pendidikan dan pencerahan kepada semua warga negara dimanapun dia menjadi ulama.

     

    Dalam artian ulama itu dapat memahami secara utuh konsep beragama dan jangan sepengal - sepengal.

     

    "Nah, kalau mereka sudah memahami konsep agama yang konprensif tentu dia akan mampu menjalani tugas - tugasnya sebagai warga negara yang baik," kata mantan Ketua DPRD Pessel, periode 2004 - 2009 itu.

     

    Hal ini bertujuan, kata dia melanjutkan untuk mencegah supaya jangan terjadinya perdebatan- perdebatan yang tidak produktif, padahal semua konsep bergama itu tujuannya mulia.

     

    Maka dari itu ia berharap untuk khusus beragama Islam peran dari Ulama, Mubaligh, Ustadz dan Kiyai agar dapat mengtransformasikan ilmu pengetahuan tentang beragama yang baik.

     

    "Jadi, kalau ada aliran - aliran sesat, itu orangnya yang sesat. Karena agama tidak pernah mengajarkan hal - hal yang tidak baik,"kata dia.

     

    Disamping itu, Alirman Sori, juga mengemukakan bahwa toleransi antar umat beragama merupakan hal yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari.

     

    Toleransi umat beragama bagi kita adalah Lakum di Nukum Waliadin, bagimu Agama Mu, Bagi Kami Agama Kami.

     

    "Toleransi sudah dipraktekkan sejak awal pendirian Negara kita terutama dalam perubahan sila pertama Pancasila pada Piagam Jakarta, sehingga menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa,"katanya.

     

    Lebih lanjut, bicara dampak globalisasi saat ini tidak bisa dibendung dan perlu memantapkan pendidikan agama bagi anak - anak. Sehingga hal itu perlu dilakukan dengan cara mengontrol dan mengawasinya.

     

    "Jadi, untuk menyelamatkan anak bangsa caranya adalah dengan cara menguatkan agamanya serta memantapkan pendidikan agamanya," bebernya (Milhendra Wandi).