×

Iklan

INI PROYEK KEMANUSIAAN, KATA BUPATI SUHATRI BUR
Agar Sungai Limau Aman dari Banjir, Cek Dam pun Dibangun

01 Juli 2024 | 11:32:37 WIB Last Updated 2024-07-01T11:32:37+00:00
    Share
iklan
Agar Sungai Limau Aman dari Banjir, Cek Dam pun Dibangun
Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur ketika meninjau proyek Cek Dam di Sungai Limau

Sungai Limau, Khazanah – Proyek pengendalian banjir di Pasar Sungai Limau Padang Pariaman berupa pembuatan cek dam dan rekonstruksi bendungan terus dikebut oleh pemborongnya dan senantiasa diawasi oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Pekerjaan Lanjutan Rekonstruksi Bendungan/Cek Dam Sungai Limau dikerjakan oleh PT. Inanta Bhakti Utama dengan nilai kontrak Rp11.059.399.500. Kontrak berakhir pada pertengahan September mendatang dibiayai BNPB Pusat untuk pengendalian banjir di Pasar Sungai Limau.

    “Ini proyek tidak proyek biasa tapi adalah proyek kemnusiaan karena menyangkut antisipasi dan  penanggulangan bencana, agar pemukiman masyarakat tidak dilanda banjir karena meluapnya air sungai,” ujar Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur ketika meninjau pelaksanaan pekerjaan proyek itu akhir pekan.

    Seperti diberitakan, proyek strategis yang sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu  kehadirannya oleh masyarakat Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman dan sekitarnya itu sebelumnya sempat terhenti dan kini pengerjaannya sudah bisa kembali dilanjutkan.

    "Maka atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, saya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Sungai Limau atas dukungan terhadap proyek ini,” ujar Suhatri Bur.

    Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mendatangi proyek itu bersama Sekretaris Daerah, Rudy Rilis, Kepala Dinas PUPR yang juga Plt. Kepala Pelaksanan BPBD El Abdes, Camat Sungai Limau Dawanis.

    Suhatri Bur ingin melihat dari dekat bobot pekerjaan yang dilaksanakan oleh pelaksana proyek sebab berdasarkan laporan dari Inspektorat Daerah atas pendampingan dan cek fisik yang dilakukan oleh Tim Probity didapat laporan, hingga hari ini bobot pekerjaan telah memasuki minggu ke 10 atau berkisar sebesar 31 persen.  Adapun  pekerjaan untuk utamanya adalah pekerjaan cekdam/bendungan, mencakup pekerjaan sayap hulu dan sayap hilir. (suger)