×

Iklan

LAPORAN MASUK KE OMBUDSMAN
Ada Kafilah MTQ Sumbar Direkrut dari Luar

20 Oktober 2020 | 22:28:30 WIB Last Updated 2020-10-20T22:28:30+00:00
    Share
iklan
Ada Kafilah MTQ Sumbar Direkrut dari Luar
BEREMBUS- Kabar tidak sedap seputar pemilihan kafilah MTQ Sumatera Barat untuk MTQ Nasional ke XXVIII 2020 terus berembus. Kali ini isu tentang adanya upaya memasukan kafilah dari luar Sumatera Barat. Tidak tanggung-tanggung, laporan tentang hal itupun sudah masuk ke Ombudsman Sumatera Barat. (foto: Ist/net)

Padang, Khazanah-- Kabar tidak sedap seputar pemilihan kafilah MTQ Sumatera Barat untuk MTQ Nasional ke XXVIII 2020 terus berhembus. Kali ini isu tentang adanya upaya memasukan kafilah dari luar Sumatera Barat. Tidak tanggung-tanggung, laporan tentang hal itupun sudah masuk ke Ombudsman Sumatera Barat.

 

Ombudsman perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menerima dua laporan pengaduan dari masyarakat soal dugaan maladministrasi dalam proses penjaringan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVIII 2020.


    "Dari dua laporan yang masuk ada dugaan penyimpangan prosedur dalam proses seleksi peserta yang akan mengikuti MTQ nasional," kata Asisten Ombudsman perwakilan Sumbar, Syauqi Alfaruqi dikutip, Selasa (20/10).


    Menurut dia laporan tersebut soal bagaimana tata cara seleksi dan untuk membuktikan akan dilakukan proses pemeriksaan.


    "Proses pemeriksaan dapat berupa mengirim surat atau juga klarifikasi langsung dengan pihak Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran, namun akan dibahas terlebih dahulu," ujarnya.


    Ia menyebutkan ada sekitar 10 laporan yang masuk, namun dikerucutkan menjadi dua laporan terkait peserta yang akan diikutsertakan dalam MTQ.


    "Pertama di cabang tilawah dan kedua pada cabang qiraah, namun pihaknya akan menelaah lebih lanjut aturan soal seleksi," kata dia.


    Ia menyampaikan menurut pelapor ada perbedaan antara aturan dengan temuan yang di lapangan dalam seleksi keikutsertaan peserta.


    Sementara salah seorang pelapor Ridwan menilai LPTQ tidak berpihak kepada peserta dari Sumatera Barat karena memasukan anak dari luar Sumbar.


    "Ada aturan yang menyatakan seseorang dapat menjadi peserta MTQ utusan Sumbar dengan syarat memiliki garis keturunan Sumatera Barat kendati berdomisili di luar," kata dia.


    Ia menilai aturan tersebut tidak adil karena ada banyak anak-anak dari Sumbar yang berjuang dari bawah mulai dari kecamatan hingga kabupaten untuk bisa ikut sebagai peserta MTQ.


    Oleh sebab itu ia meminta Ombudsman melakukan verifikasi soal status peserta utusan Sumbar apakah memang benar murni berasal dari Sumbar.


    Menurutnya kebijakan ini mengusik rasa keadilan karena ada sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit telah menegaskan peserta MTQ harus putra asli daerah namun fakta di lapangan panitia ada merekrut peserta dari luar.


    Sebelumnya Sekretaris Komisi V DPRD Sumatera Barat, Syahrul Furqon meminta Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tegas menyikapi persoalan yang ada di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang mencoret secara sepihak Yunia Safitri sebagai peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke XXVIII 2020.


    "Gubernur harus tegas karena diduga tindak semena-mena karena tidak meluluskan Yunia Safitri yang merupakan juara 1 MTQ tingkat Provinsi cabang tilawah remaja putri," kata dia.


    Menurut dia diduga pelatih menginginkan muridnya yang lolos sebagai peserta.


    Ia mengatakan dalam melakukan penjaringan kafilah sebaiknya menggunakan pelatih independen sehingga yang berhasil lolos adalah yang terbaik bukan karena ada ikatan kekerabatan atau lainnya.


    Sementara itu, terkait wabah Cocid-19, Gubernur Sumbar  Irwan Prayitno dalam kunjungannya ke BIM yang didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Sumbar, ia mengatakan setiap rombongan kafilah MTQ datang wajib ikuti protokol kesehatan.


    "Terminal Kedatangan yang baru BIM, kita gunakan khusus untuk menyambut kedatangan para kafilah MTQ se Indonesia. Karena kita bisa melakukan pemeriksaan dan pendaftaran disini," kata  Irwan Prayitno.


    Terkait rencana tersebut, Irwan Prayitno menyampaikan agar setiap instansi, lembaga dan semua yang terkait, bisa bekerjasama dalam mengsukseskan MTQ Nasional dan termasuk mengatasi protokol kesehatan bagi para kafilah yang datang.


    "Setiap kafilah yang datang tetap kita lakukan pemeriksaan yang mengacu pada protokol Covid-19, seperti pemeriksaan tes swab. Semua ini kita lakukan untuk antisipasi agar virus corona tidak menyebar di Sumbar," ujarnya. 


    Ini menyangkut nama Sumatera Barat sebagai tuan rumah. Gubernur inginkan semua tamu harus disambut dengan baik dan buat mereka senyaman mungkin. Setelah itu baru para tamu dibawa ke hotel yang telah disediakan. n Ant/Novrizal Sadewa.