×

Iklan


423 Bidan di Sumbar Terpapar Covid-19 Selama Pandemi, 3 di Antaranya Meninggal Dunia

24 Jun 2021 | 18:43:43 WIB Last Updated 2021-06-24T18:43:43+00:00
    Share
iklan
423 Bidan di Sumbar Terpapar Covid-19 Selama Pandemi, 3 di Antaranya Meninggal Dunia
Ilustrasi. NET

Padang, Khazminang.id-- Pengurus Daerah (PD) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, 423 bidan di daerah tersebut terpapar Covid-19 selama pandemi. Tiga di antaranya meninggal dunia.

Ketua PD IBI Sumbar, Hasnawati mengatakan di Hari Bidan Nasional tahun 2021 ini diperingati dalam suasana duka. Sebab, baru-baru ini tiga bidan di Sumbar meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

"Tiga bidan tersebut meninggal dalam waktu yang berdekatan. Pertama meninggal pada 24 Mei 2021, 6 Juni 2021, dan 7 Juni 2021," ungkapnya, Kamis (24/6) bertepatan dengan Hari Bidan Nasional tahun ini.

    Ia menyebutkan, tiga bidan yang meninggal dunia tersebut berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masing-masing berdinas di Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

    “Mereka meninggal dalam waktu yang berdekatan. Pada Mei dan Juni ini kan Sumbar juga terjadi lonjakan kasus,” ulasnya.

    Hasnawati juga mengatakan, dari ratusan bidan yang terpapar Covid-19 di Sumbar, 40 orang di antaranya masih menjalani perawatan. Selebihnya sudah dinyatakan sembuh.

    “Dari 40 orang itu, enam orang dirawat di rumah sakit karena bergejala, sedangkan 34 orang isolasi mandiri karena termasuk orang tanpa gejala,” ungkapnya.

    Ratusan bidan yang terpapar Covid-19 pada masa menjalankan tugas dan saat berinteraksi dengan masyarakat saat memberikan pelayanan. Rata-rata umur mereka 35 sampai 55 tahun.

    “Kebanyakan bidan kita yang terpapar itu di Kota Padang dan Tanah Datar. Di Kota Padang, ada 65 orang yang terpapar. Sedangkan di Tanah Datar ada 47 orang. Ini data sejak pandemi,” sebutnya.

    Meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan, namun ia juga tidak memungkiri terjadinya kondisi yang membuat para bidan dan petugas tergesa-gesa saat melepas alat pelindung diri dengan benar dan aman.

    “Membuka masker pun juga ada aturannya,” ujarnya.

    Selain itu, banyaknya bidan di Sumbar yang terpapar Covid-19 juga disebabkan karena adanya masyarakat yang tidak jujur dalam memberikan informasi saat datang ke tempat pelayanan kesehatan.

    Banyak masyarakat yang tidak mau mengaku bahwa mereka memiliki riwayat kontak atau riwayat perjalanan dari daerah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19.

    “Inilah yang menjadi masalah. Tidak semua masyarakat mau di tes swab. Nanti mau melahirkan tiba-tiba datang ke tempat bidan. Mau ditolak, sementara anaknya mau keluar. Jadi, kita dilema juga,” sampainya.

    Padahal sudah ada aturannya kalau ibu hamil harus mengantongi surat bebas Covid-19. Namun masih banyak yang tidak tertib aturan.

    Untuk itu, Hari Bidan Nasional tahun ini, PD IBI Sumbar mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol yang ada saat mengakses layanan kesehatan. Hal tersebut guna kepentingan bersama agar tidak ada bidan lagi yang terpapar Covid-19 saat memberikan layanan.

    Hasnawati juga berpesan agar bidan selalu menerapkan protokol kesehatan. Untuk membentengi bidan di Sumbar dari Covid-19, pihaknya juga menggencarkan program vaksinasi.

    Hingga saat ini, sudah 8.869 dari 9.107 bidan di Sumbar yang telah menjalankan vaksinasi Covid-19. (Rina Akmal)