×

Iklan

PERLU PENGAWASAN SATGAS
2022, Kuota Solar Sumbar Berkurang 3 Persen

16 Juni 2022 | 14:23:42 WIB Last Updated 2022-06-16T14:23:42+00:00
    Share
iklan
2022, Kuota Solar Sumbar Berkurang 3 Persen

Bukittinggi, Khazminang.id - Tahun ini, kuota bahan bakar Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) solar untuk Sumatera Barat mengalami penurunan sekitar 3% dibandingkan tahun lalu. Pada 2021, kuota JBT Sumbar 414.606 Kiloliter, sedangkan tahun 2022 hanya 411.029 Kiloliter, terjadi pengurangan 3.577 Kiloliter. 

"Awalnya, Pemprov  Sumbar mengusulkan kuota solar bersubsidi ke BPH Migas untuk 2022 sebesar 150 persen dari kuota yang didapatkan pada 2021, namun BPH Migas menetapkan jatah untuk Sumbar berkurang dari tahun ini, " kata Gubernur Sumbar diwakili Asisten Pembangunan dan Perekonomian, Wadarusmen dalam Rapat Koordinasi BBM dan LPG tabung 3 Kg bersubsidi untuk Sumbar, di Triarga Bukittinggi, Kamis (16/6/2022). 

Ditambahkannya, penetapan BPH Migas untuk kuota JBT solar dilakukan secara kondisional tergantung dengan keuangan negara, ada kalanya naik dan ada kalanya turun seperti saat kondisi sekarang. 

    "Dampaknya, jalanan di Kota Padang dan beberapa kabupaten/kota di Sumbar terasa kian sempit bukan karena berkurangnya lebar badan jalan, namun karena truk berukuran besar berjejer di jalan raya, sampai ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang menyediakan solar bersubsidi untuk masyarakat.  Pemandangan antrean panjang ini, hampir jamak terjadi di seluruh SPBU di Sumbar," kata Wardarusmen pada kegiatan yang dihadiri Ketua DPRD, Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumbar, Asisten Bidang Perekonomian se Sumatera Barat, Kepala  Dinas Perdagangan kab/kota, Dinas Pertanian kab/kota dan Dinas Koperasi dan UMKM kab/kota serta Kepala Bagian Perekonomian kab/kota se Sumatera Barat.

    Menurut Wadarusmen, fenomena yang terjadi beberapa waktu terakhir ini yang menyebabkan warga mengeluh karena antrean panjang ini, tak hanya membuat kemacetan, namun berdampak bagi pelaku usaha yang tokonya tertutup kendaraan pada saat mengantre. Sebab, dari kuota 411.029 kiloliter pada tahun 2022, maka dalam sehari hanya 1.100 kiloliter yang disebar ke seluruh SPBU di Sumbar.  

    "Tentu dengan adanya pengurangan kuota JBT solar, maka perlu pengawasan ketat agar kuota yang ada dapat terdistribusi secara tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Perpres 191 Tahun 2014. Tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak," harapnya.

    Sedangkan untuk kuota Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite untuk Sumbar tahun 2021 sebanyak 484.236 Kiloliter, sedangkan untuk tahun 2022 adalah 242.118 Kiloliter. Kuota pertalite ini sudah dilakukan revisi ke kuota awal sebesar 484.236 kiloliter. 

    "Pemakaian JBT Solar untuk Provinsi Sumatera Barat sudah over kuota sebesar 107 % dari penetapan kuota sejak bulan Januari - Juni 2022. Begitupun untuk kuota JBKP Pertalite juga sudah over kuota sebesar 132%. Dengan adanya kondisi over kuota tersebut, tentu perlu adanya pengawasan yang optimal dari Pemda dan seluruh stakeholder terkait," katanya.

    Pemprov Sumbar telah menerbitkan Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 540-376-2022 tanggal 27 April 2022 tentang Pembentukan Satuan Tugas Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu, Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan dan LPG 3 Kg di Sumbar.

    "Sampai saat ini belum ada kabupaten/kota yang mengalokasikan anggaran terkait pengawasan  terhadap pendistribusian BBM. Oleh karena itu dipandang penting agar kebijakan pembentukan Satgas BBM dan LPG 3 Kg, dapat dijadikan landasan bagi kabupaten/kota untuk membentuk Satgas yang sama di daerahnya masing-masing.  Apalagi untuk daerah-daerah yang rentan penyelewengan pendistribusian BBM, maka pembentukan Satgas BBM menjadi suatu keharusan," katanya. (devi/rel)