×

Iklan


1,8 Juta Perantau Diperkirakan Pulang, Ini Saran dari Wagub Audy Joinaldy

16 April 2022 | 00:04:25 WIB Last Updated 2022-04-16T00:04:25+00:00
    Share
iklan
1,8 Juta Perantau Diperkirakan Pulang, Ini Saran dari Wagub Audy Joinaldy
Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy juga mengusulkan agar dibuat buku panduan mudik Sumatera Barat dalam bentuk PDF yang nantinya bisa disebarkan di seluruh aplikasi chat dan media sosial (foto: Ist/net)..

Padang, Khazminang.id--  Sekitar 1,8  juta perantau Minang diperkirakan akan melakukan mudik pada Lebaran Idul Fitri 1443 H/2022  nanti.

Untuk mengantisipasi hal tersebut Pemprov Sumbar menggelar Rapat Koordinasi di Ruang Rapat Kompleks Gubernuran, Jalan Sudirman Padang, Jumat (15/4.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan agenda utama rakor tersebut adalah membahas berbagai persiapan segala sektor yang ada di Provinsi Sumbar, khususnya menyambut sekitar 1,8 juta perantau yang akan pulang kampung.

    "Dalam rangka menyambut itu semua, perlu dipersiapkan segala sesuatunya menghadapi kunjungan lebaran oleh perantau, wisatawan dan bagi yang mengambil cuti lebaran untuk pulang ke Ranah Minangkabau," kata Mahyeldi.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy juga mengusulkan agar dibuat buku panduan mudik Sumatera Barat dalam bentuk PDF yang nantinya bisa disebarkan di seluruh aplikasi chat dan media sosial.

    "Buku panduan itu juga nanti akan dibuat barcode-nya dan akan ditempel di setiap perbatasan serta tempat peristirahatan dimana para wisata bisa melihat dan scan di smartphone-nya," ujar Audy.

    Kemudian Audy juga mengingatkan OPD terkait agar nanti bisa ditempel di seluruh tempat wisata, SPBU, terminal, di setiap rumah sakit, Bandara dan pelabuhan serta masjid terkait barcode buku panduan mudik Sumbar tersebut.

    "Nanti silakan dibuka barcode-nya dan tinggal kita scan untuk mendapatkan informasi buku panduan mudik Sumatera Barat dan nomor telpon hotline yang aktif 24 jam merespon semua aduan masyarakat," katanya.

    Beberapa persoalan lain yang juga dibahas serius dalam rapat tersebut diantaranya adalah masalah potensi kemacetan diberbagai titik dan bagaimana rekayasa lalu lintasnya, keamanan pengunjung, kelangkaan BBM dan solusinya serta pembahasan harga bahan pokok (*/Novrizal Sadewa).