×

Iklan


106,5 Juta Pengguna TikTok Jadi Potensi Pasar UMKM

02 April 2024 | 19:59:40 WIB Last Updated 2024-04-02T19:59:40+00:00
    Share
iklan
106,5 Juta Pengguna TikTok Jadi Potensi Pasar UMKM

Jakarta, Khazanah – Komisi VI DPR RI menilai, kolaborasi TikTok Shop dengan Tokopedia memberikan peluang besar terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Anggota Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo mengatakan, pelaku UMKM lokal akan memiliki banyak kesempatan untuk menjajakan dagangan dan memperluas akses pasar serta meningkatkan potensi jumlah penjualan.

"Semakin banyak aplikasi (e-commerce), ini bisa memberikan keuntungan kepada para UMKM. Jadi, sebaiknya kita fokus memperbanyak lapak UMKM dengan membantu perkembangan e-commerce," kata Eko, Senin (1/4/2024).

Terlebih, ia menambahkan, keberadaan fitur keranjang kuning di platform TikTok memampukan para mitra usaha berinteraksi langsung secara intens dengan calon pembeli. Pangsa pasarnya tidak terbatas dengan jangkauan pelanggan yang sangat luas. Saat ini TikTok menempati posisi tertinggi sebagai platform yang paling banyak diakses pengguna. Menurut laporan we are social, ada sekitar 106,5 juta pengguna Tiktok di Indonesia per November 2023, terbanyak kedua setelah Amerika Serikat.

    "Data tersebut sekaligus menunjukkan potensi platform TikTok yang dapat dioptimalkan para seller untuk mempromosikan barang dagangannya. Pengguna aktif TikTok merupakan target pasar yang riil," ujar Eko.

    Melihat potensi yang sangat besar itu, ia menyarankan semua pihak focus membantu UMKM untuk menjadi kampiun di platform. Misalkan, mengedukasi UMKM untuk membuat konten kreatif atau mengemas jualan biar cepat laku.

    Anggota dari fraksi PAN ini juga mengingatkan Tiktok dan Tokopedia serta platform e-commerce lainnya agar lebih mengutamakan memajang produk-produk local agar lebih banyak dibeli.

    "Ini bisa memberikan maslahat kepada para UMKM lokal. Dengan adanya migrasi tiktok ini kita berharap perniagaan di indonesia ini lebih bagus lagi," imbuh Eko.

    Senada Anggota Komisi VI DPR RI Luluk Nur Hamidah menyampaikan, integrasi TikTok dan Tokopedia yang hampir rampung ini harus memberikan manfaat dari akses dan perluasan pasar digital bagi pelaku UMKM lokal.

    Ia menyebut keberadaan pelaku UMKM memiliki peranan strategis dalam perekonomian nasional. Mulai dari mengurangi tingkat kemiskinan melalui pembukaan lapangan kerja, meningkatkan pemerataan pendapatan melalui aktivitas-aktivitas usaha kecil baru. Karena itu, ia meminta agar TikTok dan Tokopedia harus mengutamakan produk dan/atau jasa hasil produksi dalam negeri serta memperketat arus masuk produk impor.

    "(Integrasi TikTok-Tokopedia) ini kan salah satu upaya untuk bisa meredam produk-produk umkm dari negara lain. Tugas kita bersama adalah membantu UMKM menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Mereka harus lebih kompetitif," tegas dia.

    Selain UMKM, Politisi PKB ini juga meminta agar Integrasi TikTok-Tokopedia ini memberikan perlindungan bagi para konsumen, baik keamanan, kenyamanan dan orisinalitas barang yang dia beli. "Berkaitan dengan progres migrasi antara TikTok dan Tokopedia yang mulai mendekati tenggat waktu, parlemen akan terus memantau perkembangannya secara intens. Terutama pada sisi keberpihakan platform terhadap UMKM lokal," jelasnya.