×

Iklan


102 Calon Jamaah Haji Asal Kota Solok Dipastikan Gagal Berangkat

16 Juni 2020 | 00:52:05 WIB Last Updated 2020-06-16T00:52:05+00:00
    Share
iklan
102 Calon Jamaah Haji Asal Kota Solok Dipastikan Gagal Berangkat
ERI ISWANDI

102 Jamaah Batal Berangkat

 

Solok, Khazminang.id-- Sebanyak 102 calon jamaah haji asal Kota Solok di pastikan gagal berangkat pada musim haji tahun 2020 ini. Hal ini di ungkapkan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Solok Eri Iswandi kepada Khazanah di ruang kerjanya kemaren.


    "Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) no 494 tahun 2020,tentang Pembatalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia pada musim haji tahun 1441H/2020M, maka di pastikan sebanyak 102 calon jamaah dari Kota Solok gagal untuk melaksanakan ibadah haji.” ujar Eri Iswandi.


    Dengan demikian, mereka harus sabar menunggu sampai tahun depan sebab seluruh calon haji yang gagal berangkat tahun ini di pastikan akan di berangkat kan pada musim haji tahun depan.


    Menurut Eri lagi, pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama Republik Indonesia tidak mau mengambil resiko dengan memaksakan harus nemberangkatkan jamaah haji di karenakan sampai saat ini belum ada keputusan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi,untuk membuka peluang haji tahun ini.


    Berhubung waktu pelaksanaan ibadah haji yang semakin dekat maka tidak memungkin bagi panitia pelaksana ibadah haji utk memberangkatkan jamaah haji pada musim haji 1441H. "Masih banyak persoalan administrasi yang harus di selesaikan." ujar Eri.
    Eri berharap agar calon jamaah haji yang gagal berangkat tahun ini untuk bersabar,sebab tahun depan semuanya di pastikan berangkat ke tanah suci.


    “Tapi bagi jamaah yang ingin setoran BPIH nya di kembalikan,maka calon jamaah bisa datang ke Kantor Kementrian Agama Kota Solok, petugas kami akan membantu calon jamaah haji bagai mana tata cara pengembalian dana tersebut,” ujar dia.

    Sementara bagi calon jamaah haji yang meninggal dunia,maka bisa di ganti kan oleh kerabat terdekat,seperti suami/istri,anak atau adik yang bersangkutan.


    Di singgung tentang pelaksanaan Hari Raya Qurban tahun ini,Eri menjelaskan kalau pelaksanaan nya masih tetap mengacu kepada aturan yang sudah di tetap kan oleh pemerintah.


    "Tetap jaga jarak,selalu pakai masker dan pemeriksaan suhu setiap jamaah yang akan memasuki mesjid," ujar Eri lagi.  **


    (Marlim)