×

Iklan

PIKIRKAN SEBELUM MEMILIH
10 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali

04 Mar 2021 | 20:00:44 WIB Last Updated 2021-03-04T20:00:44+00:00
    Share
iklan
10 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali

Khazanah, -- Terkadang kesuksesan dalam hidup adalah buah dari pilihan yang tepat, termasuk jurusan kuliah. Meski jurusan tak selalu menjamin gaji tinggi bahkan belum tentu terpakai sepenuhnya di dunia kerja, hal itu tetap patut dipikirkan matang-matang. Sebagian orang menyesali bidang studi yang diambil dengan berbagai alasan, mulai dari bikin stres hingga sulit cari kerja.

Kuliah merupakan investasi masa depan yang meski tidak menjamin kesuksesan tapi jadi modal penting untuk mencapai kesuksesan. Dengan ijazah universitas seseorang dianggap punya kesempatan kerja lebih tinggi walau tak selamanya dibutuhkan. Hal itu diawali dengan memilih jurusan yang bukan hanya sesuai minat dan bakat tapi juga potensi masa depan. Jangan sampai kamu merasa menyesal dengan pilihan jurusan ketika mulai mencicip bagaimana sulitnya industri kerja.

Hal tersebut terungkap dalam sebuah laporan dari Georgetown University Center dalam bidang Edukasi dan Lapangan Kerja. Laporan tersebut menyoroti bagaimana lulusan mahasiswa mendapatkan pekerjaan setelah keluar universitas. Disebutkan bahwa pemegang ijazah S1 umumnya mendapat gaji 84% lebih tinggi dari pada mereka yang hanya lulusan SMA. Namun hal itu tak selalu berlaku untuk semua jurusan.

    Mereka yang umumnya menerima penghasilan besar datang dari jurusan sains, kesehatan, dan bisnis. Sedangkan untuk bidang studi lainnya bisa dibilang rata-rata misalnya untuk jurusan seni dan kemanusiaan.

    Ketika berbicara mengenai seberapa senang mereka dengan jurusan yang dipilih, uang bukanlah segalanya. Beberapa hal lain yang menjadi pertimbangan adalah kepuasan, tingkat stres, kesempatan kerja, dan lapangan kerja.

    Laporan lain yang dibuat ZipRecruiter mengungkap bahwa ada beberapa jurusan yang disesali karena dianggap kurang baik dalam faktor-faktor tersebut, misalnya seni, sains, bahasa, komunikasi, bahkan hukum.

    Berdasarkan survei yang dilakukan pada 5.000 lulusan universitas dan sedang cari pekerjaan, terungkap 10 jurusan kuliah yang paling banyak disesali, berikut ini.

    1. Bahasa Inggris/Asing
    42% responden menyesali karena ilmu yang kurang praktis dan kesempatan kerja terbatas.

    2. Sains
    35% responden menyesal karena sulit mendapat pekerjaan tanpa studi lanjutan atau lisensi.

    3. Pendidikan
    31% orang menyesalinya karena kurangnya penghasilan dan tingkat kepuasan kerja juga terbatasnya lapangan karier.

    4. Ilmu Sosial/Hukum
    29% lulusan jurusan-jurusan itu menganggap ilmu mereka terlalu umum, tidak praktis, dan sulit dapat kerja tanpa studi lanjutan.

    5. Komunikasi
    27% orang menganggapnya terlalu umum sehingga sulit mendapatkan kerja yang diinginkan.

    6. Studi Mengenai Etnis
    26% lulusan juga merasa jika jurusan kuliah tersebut sulit dipraktekkan di banyak bidang dan terbatasnya lapangan pekerjaan.

    7. Seni Pertunjukan
    25% dari mereka yang lulus dari jurusan seni ini merasa jika industri tersebut ternyata membuat stres apalagi lapangan kerja juga terbatas.

    8. Filosofi/Agama/Teologi
    Mereka yang kuliah di jurusan ini tak jarang dianggap sebagai 'malaikat'. Tapi 24% dari responden mengaku jika ilmu dan kemampuan mereka kurang dihargai ketika bekerja yang artinya pekerjaan tidak memberi gaji tinggi.

    9. Agrikultur
    24% lulusan juga berpikir jika pekerjaan ini terbatas dalam hal kesempatan kerja. Mereka pun akan sulit pindah profesi karena ilmu yang segmented.

    10. Arsitektur
    Banyak arsitek yang sukses. Tapi 21% lulusan kuliahnya merasa mereka punya keterbatasan biaya dan 'harga' dari kemampuan mereka juga bisa bergeser karena kecanggihan teknologi.

    CEO ZipRecruiter pun mengungkap alasan di balik penyesalan itu. Tak selalu mengenai uang, hal ini juga dilatarbelakangi oleh perbedaan budaya. Orang-orang zaman sekarang lebih memikirkan tujuan dan makna dari sebuah pekerjaan. Karena itu, mereka akan tidak puas jika harapan dan cita-cita yang dibayangkan tidak tersampaikan.

    Adanya media sosial juga membuat mereka lebih bisa membandingkan diri dengan teman-teman. Hal tersebut menimbulkan perasaan ingin bersaing yang membuat hati tidak puas dengan jurusan kuliah.(*)